TEMANGGUNG-Isolasi yang selama ini membelenggu Desa Wates, Kecamatan Wonoboyo, Temanggung, kini telah sirna. Senyum kelegaan dan kebahagiaan terpancar jelas dari wajah para penduduknya. Momen bersejarah ini ditandai dengan penutupan resmi Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 oleh Komandan Kodim (Dandim) 0706/Temanggung, Letkol Inf Richie Fadly, S.Sos. Pada Kamis (13/8/2026), di lapangan desa setempat, beliau bertindak sebagai Inspektur Upacara, secara simbolis mengumumkan rampungnya seluruh program pembangunan fisik dan penguatan ketahanan sosial yang telah dijalankan.
Upacara penutupan itu sendiri berlangsung meriah sekaligus khidmat, dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Temanggung, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopincam Wonoboyo, serta tokoh masyarakat, agama, dan adat. Kehadiran mereka menggarisbawahi betapa pentingnya peran TMMD dalam memutus rantai keterisolasian yang selama ini menghambat kemajuan ekonomi di desa-desa terpencil.
Dalam amanat tertulis Panglima Kodam IV/Diponegoro, Mayor Jenderal TNI Achiruddin, S.E., M.Han., yang dibacakan dengan penuh semangat oleh Letkol Inf Richie Fadly, ditegaskan bahwa TMMD merupakan wujud nyata sinergi lintas sektoral antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Tujuannya adalah untuk mengakselerasi pembangunan di daerah-daerah yang tertinggal.

"Tema TMMD tahun ini, 'Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa', menegaskan bahwa desa adalah fondasi utama kedaulatan nasional. Pembangunan merata di pelosok desa menggerakkan roda ekonomi, merawat modal sosial, serta menjaga budaya masyarakat demi memperkokoh NKRI, " ujar Letkol Inf Richie Fadly saat membacakan amanat Pangdam IV/Diponegoro.
Selama sebulan penuh, para prajurit TNI bekerja bahu-membahu dengan warga Desa Wates, menaklukkan medan yang terjal. Hasilnya kini terlihat nyata: sebuah jalan cor blok sepanjang 473 meter dengan lebar 3, 5 meter dan ketebalan 0, 15 meter telah rampung, siap memfasilitasi kelancaran transportasi hasil pertanian. Tak hanya itu, pembangunan dua unit talud pengaman lereng dan dua unit gorong-gorong penyalur air juga telah selesai, memastikan infrastruktur jalan ini aman dari ancaman erosi dan tanah longsor.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, sentuhan kemanusiaan juga terasa kuat melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Salah satu rumah yang kini berdiri lebih kokoh, sehat, dan aman dihuni adalah milik Bapak Sodikin di Dusun Gejugan RT 01 RW 02 Desa Wates.

Kehadiran Dandim dan jajarannya tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik. Pendekatan non-fisik juga digalakkan secara intensif. Berbagai penyuluhan dan edukasi diberikan, mulai dari Wawasan Kebangsaan, bahaya Narkoba oleh BNN, sosialisasi tertib lalu lintas oleh Polres Temanggung, penanganan stunting oleh Dinas Kesehatan, pencegahan pernikahan dini bersama Kemenag, hingga pelatihan tata kelola pemerintahan desa oleh Dinpermades.
Keberhasilan program ini semakin diperkuat dengan implementasi Program Unggulan Kasad, yang mencakup penyediaan 5 unit sarana air bersih Manunggal Air, pengembangan lahan ketahanan pangan seluas 1 hektar, aksi penanaman pohon reboisasi, serta pelayanan kesehatan gratis dan donor darah bagi warga pedalaman.
"Seluruh fasilitas yang telah dibangun ini milik bersama. Saya menitipkan pesan agar warga Desa Wates merawat sarana prasarana ini sebaik-baiknya agar masa pakainya panjang dan memberi kebermanfaatan lintas generasi, " tutur Letkol Inf Richie Fadly sebelum mengakhiri amanatnya secara resmi.









































