Honai Nyaris Roboh di Lanny Jaya Disulap TNI Jadi Layak Huni, Bapa Sendy: Kami Sangat Terharu

3 hours ago 2

LANNY JAYA - Di tengah dinginnya pegunungan Papua, kepedulian prajurit TNI kembali hadir menyentuh kehidupan masyarakat. Personel Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/Satya Wira Yudha (SWY) bergotong royong merenovasi sebuah honai milik warga yang kondisinya memprihatinkan di Kampung Andugume, Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Sabtu (13/6/2026).

Rumah adat milik tokoh masyarakat setempat, Bapa Sendy Wenda Telenggeng, yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah kini mulai kembali layak dihuni berkat aksi kemanusiaan yang dilakukan para prajurit dari Pos Titik Kuat (TK) Andugume.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil komunikasi sosial yang dilakukan personel Satgas dengan masyarakat. Saat melihat langsung kondisi honai yang lapuk dan berpotensi membahayakan penghuninya, jajaran Pos Andugume segera mengambil langkah cepat dengan menggelar karya bakti bersama warga.

Komandan Pos TK Andugume, Kapten Inf Aditya Tri Prasetya, S.Tr.(Han.), mengatakan bahwa tugas prajurit di daerah penugasan tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu mengatasi kesulitan masyarakat.

"Kehadiran kami di Papua bukan hanya menjalankan tugas pengamanan wilayah. Kami juga memiliki tanggung jawab moral untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Renovasi honai ini adalah bentuk kepedulian sekaligus komitmen kami untuk selalu hadir bersama rakyat, " ujar Kapten Aditya.

Dalam proses renovasi, personel TNI bersama warga memperbaiki bagian atap yang bocor, memperkuat dinding honai yang mulai lapuk, serta meratakan lantai agar lebih nyaman ditempati. Seluruh pekerjaan dilakukan secara gotong royong dengan suasana penuh keakraban.

Komandan Tim Tempur 1, Letda Inf Wayan Agus, yang memimpin langsung pelaksanaan kegiatan di lapangan menuturkan bahwa kebersamaan antara prajurit dan masyarakat menjadi energi utama dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut.

"Kami bekerja bersama warga sejak pagi dengan semangat kekeluargaan. Tidak ada jarak antara TNI dan masyarakat. Semua bahu-membahu agar honai ini kembali kokoh dan aman untuk ditempati, " katanya.

Menurutnya, aksi sederhana seperti renovasi rumah warga memiliki dampak besar dalam membangun kepercayaan dan mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat di wilayah pedalaman Papua.

Sementara itu, Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., memberikan apresiasi atas inisiatif dan kepedulian yang ditunjukkan personelnya.

"Kemanunggalan TNI dan rakyat adalah fondasi utama pertahanan negara. Karena itu, setiap prajurit harus mampu menjadi solusi bagi kesulitan masyarakat. Apa yang dilakukan personel di Andugume merupakan implementasi nyata dari pengabdian TNI kepada rakyat, " tegas Letkol Dedi.

Bagi Bapa Sendy Wenda Telenggeng dan keluarganya, bantuan tersebut menjadi berkah yang tidak pernah mereka lupakan. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan para prajurit.

"Kami sangat terharu. Bapak-bapak TNI tidak hanya menjaga kampung kami, tetapi juga datang membantu memperbaiki rumah kami. Mereka bekerja bersama kami tanpa melihat perbedaan. Kami merasa diperhatikan dan dilindungi, " ungkapnya.

Kegiatan renovasi honai ini menjadi bukti bahwa kehadiran TNI di pedalaman Papua tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga membawa semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan harapan baru bagi masyarakat.

Di tengah tantangan geografis yang berat, kebersamaan antara prajurit dan warga Andugume menunjukkan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tetap menjadi kekuatan utama dalam membangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera.

(PERS)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |