Filosofi Domino di Gardu Azi Cafe: Jalin Silaturahmi, Satukan Berbagai Kalangan

4 hours ago 4

BARRU – Suasana riuh penuh keakraban menyelimuti Gardu Azi Cafe, Kabupaten Barru. Sebanyak 96 pasang peserta dari berbagai latar belakang berkumpul untuk beradu strategi dalam Turnamen Domino Mini yang berlangsung pada Minggu (14/6).

​Panitia Pelaksana, Andi Pato, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sangat luar biasa. Arena pertandingan dipenuhi oleh peserta lintas profesi, mulai dari pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN), pengusaha, hingga anggota Polri aktif. Menariknya, ajang yang biasanya didominasi kaum adam ini juga diikuti oleh peserta perempuan.

​"Pesertanya sangat beragam, dari berbagai kalangan. Ini membuktikan domino bisa diterima oleh siapa saja, " ujar Andi Pato di sela-sela kegiatan.

​Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Kapolsek Balusu. Di tengah kesibukannya sebagai abdi negara, ia menyempatkan diri hadir dan ikut bertanding. Menurutnya, turnamen ini bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan ruang rekreasi yang positif.

​"Ini merupakan ajang silaturahmi untuk mengisi waktu senggang sekaligus mendekatkan diri dengan masyarakat, " ungkap Kapolsek Balusu.

​Sementara itu, Ketua Panitia, Adi Suyuti, menjelaskan bahwa turnamen ini menggunakan sistem setengah kompetisi (komputasi) untuk menyaring peserta menuju babak delapan besar, empat besar, hingga partai final. Seluruh rangkaian babak krusial tersebut dipadatkan dalam satu hari penuh, dimulai dari pukul 09.00 WITA hingga malam hari.

​"Kami berharap turnamen ini bisa menjadi wadah silaturahmi yang kokoh bagi seluruh elemen masyarakat di Barru, mulai dari ASN, Polri, hingga para pengusaha, " harap Adi Suyuti.

​Ulasan Filosofi di Balik Batu Domino Permainan domino menyimpan filosofi mendalam tentang kehidupan dan sosial. Setiap batu domino memiliki dua sisi nilai yang berbeda, namun mereka hanya bisa menyambung dan berjalan jika dipasangkan dengan nilai yang sama dari batu lainnya.

​Hal ini merefleksikan kehidupan bermasyarakat: sekat-sekat status sosial, jabatan, dan gender seketika runtuh di meja domino.

Seorang pejabat, polisi, maupun warga biasa harus menurunkan ego mereka untuk saling terhubung, melengkapi, dan menyusun strategi bersama. Domino mengajarkan bahwa persatuan hanya bisa dicapai ketika kita fokus pada kesamaan dan kebersamaan, bukan perbedaan.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |