Dari Monumen Perjuangan Polri, Danrem Bhaskara Jaya Teguhkan Sinergi TNI-Polri

6 hours ago 3

SURABAYA, - Pagi di Monumen Perjuangan Polri, Jalan Polisi Istimewa, Surabaya terasa berbeda. Di tengah suasana khidmat, para peserta upacara menundukkan hati mengenang jejak perjuangan insan Bhayangkara yang telah mengabdikan diri untuk bangsa dan negara. Semangat para pendahulu seakan kembali hadir, mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari keberanian, pengorbanan dan persatuan.Jumat (21/8/2026).

Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir hadir dalam Upacara Hari Juang Kepolisian Negara Republik Indonesia yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Upacara diawali dengan pembacaan sejarah Hari Juang Polri. Suasana semakin khidmat saat Kapolri membacakan Naskah Proklamasi Polisi, yang menjadi bagian penting dalam mengenang perjuangan Kepolisian Republik Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.

Bagi Brigjen TNI Kohir, momentum Hari Juang Polri memiliki makna penting, bukan hanya untuk mengenang sejarah, tetapi juga sebagai pengingat bagi seluruh generasi penerus agar terus menjaga semangat pengabdian.

“Kehadiran kami merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan insan Bhayangkara sekaligus untuk memperkuat sinergitas dan soliditas TNI-Polri dalam memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara, ” ujar Danrem.

Menurutnya, perjalanan sejarah TNI dan Polri memiliki nilai perjuangan yang tidak terpisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia. Karena itu, semangat para pendahulu harus diteruskan melalui kerja nyata, kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Semangat perjuangan tidak boleh berhenti pada sebuah upacara. Nilai pengorbanan dan pengabdian para pendahulu harus menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan dan keutuhan NKRI, ” tambahnya.

Peringatan Hari Juang Polri turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., serta jajaran Forkopimda Kota Surabaya.

Kehadiran keluarga M. Jasin dan Moekar serta para veteran turut memberikan warna tersendiri. Mereka menjadi bagian dari saksi sejarah yang mengingatkan generasi sekarang bahwa setiap langkah pengabdian kepada bangsa selalu memiliki nilai dan perjuangan.

Dari Monumen Perjuangan Polri, semangat itu kembali diteguhkan: sejarah bukan sekadar untuk dikenang, tetapi menjadi pijakan untuk memperkuat kebersamaan dan melanjutkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.(Penrem 084)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |