Bukittinggi Rayakan Literasi dan 100 Tahun Jam Gadang

2 weeks ago 21

BUKITTINGGI - Malam penuh kehangatan budaya menyelimuti halaman Balai Kota Bukittinggi pada Rabu malam, 3 Juni 2026. Pemerintah Kota Bukittinggi dengan bangga menyelenggarakan *Welcome Dinner* untuk International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4. Acara ini bukan sekadar jamuan makan malam biasa, melainkan sebuah momen penting yang dirangkai dengan perayaan monumental 100 Tahun Jam Gadang, sebuah ikon kebanggaan kota yang menjadi mercusuar pengenalan kekayaan sejarah, budaya, dan tradisi literasi Minangkabau ke kancah global.

Suasana akrab merajut silaturahmi antarpeserta, mulai dari delegasi mancanegara, para penggerak literasi, cendekiawan, tokoh adat, hingga perwakilan pemerintah. Momen ini menjadi ajang pemanasan yang berharga sebelum agenda-agenda utama IMLF 2026 bergulir, memperkuat ikatan dan kolaborasi yang akan mewarnai festival.

Ketua IMLF, Sastri Bakry, tak henti-hentinya mengutarakan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kota Bukittinggi dan seluruh pihak yang telah bahu-membahu mewujudkan festival literasi internasional ini. Ia menekankan bahwa kesuksesan IMLF ke-4 adalah buah manis dari semangat kolaborasi yang luar biasa, melibatkan berbagai elemen masyarakat dari pemerintah, akademisi, komunitas literasi, media, relawan, hingga para delegasi internasional.

"IMLF adalah ruang perjumpaan gagasan dan kebudayaan. Festival ini menjadi bukti bahwa kolaborasi dapat melahirkan gerakan literasi yang berdampak luas, tidak hanya bagi Sumatera Barat, tetapi juga bagi masyarakat dunia, " ujar Sastri Bakry.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, dalam pidato sambutannya mengangkat kembali akar sejarah kota yang lahir pada 22 Desember 1784. Ia memaparkan bagaimana Bukittinggi sejak dulu telah menjelma menjadi denyut nadi perdagangan, pusat pendidikan, medan perjuangan, sekaligus benteng peradaban masyarakat Minangkabau yang kaya.

Menurut Ramlan, peringatan satu abad Jam Gadang bukan hanya sekadar merayakan usia sebuah bangunan bersejarah, tetapi lebih dari itu, menjadi momentum emas untuk mengukuhkan diplomasi budaya, melestarikan warisan sejarah yang tak ternilai, serta secara gigih memperkenalkan Bukittinggi sebagai kota yang sarat sejarah dan destinasi wisata kelas dunia.

"Jam Gadang bukan hanya simbol Kota Bukittinggi, tetapi juga simbol perjalanan sejarah masyarakat Minangkabau. Melalui peringatan 100 tahun ini, kita ingin memperkuat identitas budaya sekaligus membuka ruang kolaborasi internasional yang lebih luas, " tegas Ramlan Nurmatias.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, turut merasakan makna mendalam dari penyelenggaraan IMLF 2026 yang bertepatan dengan usia senja Jam Gadang. Ia menegaskan bahwa tradisi literasi telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, tercermin jelas dalam filosofi kearifan lokal “alam takambang jadi guru”.

Filosofi hidup ini, lanjut Mahyeldi, telah melahirkan begitu banyak putra-putri terbaik bangsa yang memberikan kontribusi monumental di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, sastra, pemikiran kritis, hingga perjuangan kebangsaan. Oleh karena itu, penguatan budaya literasi menjadi sebuah keharusan yang tak terhindarkan, sebagai fondasi kokoh pembangunan sumber daya manusia unggul di tengah derasnya arus perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.

"Literasi adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul di era teknologi digital dan kecerdasan buatan. IMLF menjadi wadah untuk membangun jejaring global, memperkuat persahabatan antarbangsa, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai luhur budaya Minangkabau kepada dunia, " ujar Mahyeldi.

Melalui perhelatan IMLF ke-4 dan perayaan 100 Tahun Jam Gadang, Bukittinggi tidak hanya semakin mengukuhkan jati dirinya sebagai kota bersejarah dan berbudaya, tetapi juga kian mempertegas perannya sebagai episentrum literasi yang mampu menjembatani dialog, memantik kolaborasi, dan mendorong pertukaran gagasan di panggung internasional.(**)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |