Belajar Berkarya, Warga Binaan Perempuan Rutan Purbalingga Ikuti Pelatihan Buket

2 hours ago 2

Sebagai tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah terjalin, PC Fatayat NU Purbalingga menggelar pelatihan pembuatan buket bagi Warga Binaan Perempuan Rutan Purbalingga. Kegiatan yang berlangsung di aula pembinaan Rutan tersebut bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

Pelatihan menghadirkan instruktur dari Fatayat NU Purbalingga yang membimbing peserta mulai dari pengenalan bahan, teknik merangkai, hingga cara membuat buket yang menarik dan memiliki nilai jual. Para warga binaan tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan dan aktif berinteraksi dengan para instruktur selama kegiatan berlangsung.

Kepala Rutan Purbalingga, Ridwan Susilo menyampaikan bahwa program pembinaan kemandirian menjadi salah satu fokus utama dalam proses pembinaan warga binaan. Menurutnya, kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Fatayat NU Purbalingga, menjadi langkah penting untuk menghadirkan program yang bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan warga binaan.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Fatayat NU Purbalingga yang telah berbagi ilmu dan keterampilan kepada warga binaan perempuan. Melalui pelatihan ini, kami berharap mereka memperoleh kemampuan baru yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha maupun sumber penghasilan setelah bebas nanti, ” ujar Ridwan.

Anggota PC  Fatayat NU Purbalingga yang hadir dalam kegiatan tersebut juga memberikan motivasi kepada para peserta agar terus semangat belajar dan mengembangkan potensi diri. Selain mengajarkan teknik pembuatan buket, para instruktur turut berbagi pengalaman mengenai kreativitas dan peluang usaha yang dapat dijalankan dengan modal yang relatif terjangkau.

Melalui kegiatan ini, Rutan Purbalingga terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Sinergi dengan PC Fatayat NU Purbalingga diharapkan dapat semakin memperluas akses pembelajaran bagi warga binaan, sehingga mereka memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan positif setelah menyelesaikan masa pidananya.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |