ATR/BPN Tegaskan Pancasila Jadi Dasar Pelayanan Publik

9 hours ago 3

JAKARTA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam setiap kebijakan dan pelayanan publik kepada masyarakat. Pesan tersebut disampaikan dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di lapangan Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.

Staf Khusus Menteri Bidang Pemberantasan Mafia Tanah, Yaved Duma Parembang, yang bertindak sebagai inspektur upacara, membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi. Dalam amanatnya, ia mengingatkan agar nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya menjadi simbol atau slogan semata.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan, ” ujar Yaved Duma Parembang.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 diselenggarakan Kementerian ATR/BPN bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol ATR/BPN, Shamy Ardian, bertugas sebagai perwira upacara. Sementara sejumlah petugas lainnya, termasuk komandan upacara, pengibar bendera, pembaca teks Undang-Undang Dasar 1945, pembawa acara, dan pembaca doa berasal dari Kementerian PKP.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya berperan menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga relevan sebagai fondasi dalam mendorong perdamaian dan keadilan di tingkat global.

Dalam pidatonya, Yaved Duma Parembang menyampaikan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi pedoman bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, Indonesia dinilai tetap mampu menjaga persatuan dalam keberagaman berkat nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi. Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam ikatan kebangsaan, ” katanya.

Upacara tersebut diikuti oleh Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama, Pejabat Administrator, serta pegawai dari Kementerian ATR/BPN dan Kementerian PKP. Momentum ini menjadi pengingat penting bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila harus terus diwujudkan dalam tata kelola pemerintahan yang adil, inklusif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |