Wujudkan Lingkungan Sehat, Rutan Balikpapan Gelar Sosialisasi Upaya Pencegahan dan Pengendalian Hantavirus

1 week ago 4

BALIKPAPAN – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan menggelar kegiatan Sosialisasi Upaya Pencegahan dan Pengendalian Hantavirus. Kegiatan ini merupakan langkah preventif dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Rutan Balikpapan, Agus Salim, dan diikuti oleh pejabat struktural, jajaran pegawai, serta Warga Binaan. Hadir sebagai narasumber Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, dr. I Dewa Gede Dony Lesmana.

Dalam sambutannya, Kepala Rutan Balikpapan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kota Balikpapan atas dukungan dan sinergi yang diberikan dalam upaya pencegahan serta pengendalian Hantavirus di lingkungan Rutan Balikpapan.

Agus Salim menjelaskan secara singkat bahwa Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan oleh hewan pengerat, khususnya tikus yang terinfeksi. Penyakit ini dapat menyebabkan gangguan serius pada ginjal maupun paru-paru sehingga diperlukan kewaspadaan bersama.

Beliau juga mengimbau seluruh pegawai dan Warga Binaan agar mengikuti kegiatan sosialisasi dengan baik serta menyimak materi yang disampaikan oleh narasumber sehingga pengetahuan mengenai upaya pencegahan dan pengendalian Hantavirus dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, dr. I Dewa Gede Dony Lesmana memaparkan bahwa Hantavirus merupakan virus yang dibawa oleh tikus dan mencit serta telah ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Di lingkungan lapas dan rutan, keberadaan tikus yang berpotensi masuk ke area perkantoran, gudang, maupun kamar hunian menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

Beliau menjelaskan bahwa penularan Hantavirus dapat terjadi melalui menghirup partikel debu yang terkontaminasi air seni, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi, kontak dengan material terkontaminasi yang mengenai luka maupun selaput lendir, serta melalui gigitan tikus.

Untuk mencegah penularan, masyarakat diimbau menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menggunakan alat pelindung diri saat melakukan pembersihan, menerapkan teknik membersihkan yang benar, menutup celah yang menjadi akses masuk tikus, menyimpan makanan dengan aman, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi Hantavirus.

Melalui kegiatan ini, disampaikan pesan penting kepada seluruh peserta untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, memberantas tikus di area kerja dan hunian, menerapkan protokol kesehatan saat melakukan pembersihan, serta segera mencari pertolongan medis apabila muncul gejala penyakit.

Usai kegiatan sosialisasi dan sesi foto bersama, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih kamar hunian oleh masing-masing Warga Binaan sebagai bentuk implementasi nyata dari materi yang telah diberikan serta upaya bersama menciptakan lingkungan Rutan Balikpapan yang bersih, sehat, dan bebas dari risiko penyebaran penyakit.

#Pemasyarakatan #Kemenimipas #DitjenPAS #Guardandguide

Read Entire Article
Karya | Politics | | |