SOLOK KOTA – Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, memimpin rapat pembahasan usulan program Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Hidrometeorologi yang digelar di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Solok, pada Rabu, 14 Januari 2026. Rapat ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Solok dalam menyiapkan penanganan dan pemulihan pascabencana secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan.
Rapat tersebut diikuti oleh Asisten II Sekda Kota Solok, Staf Ahli, Baperida, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pertanian, Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kalaksa BPBD, serta Kabag Perekonomian Setda Kota Solok. Kehadiran lintas perangkat daerah ini mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menyusun program pemulihan yang komprehensif pascabencana hidrometeorologi.
Dalam rapat tersebut dibahas secara mendalam dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025 lalu, yang mengakibatkan sembilan kelurahan di Kota Solok terdampak banjir dan tanah longsor. Bencana tersebut berdampak pada 2.978 kepala keluarga dengan total 9.375 jiwa, di mana 2.481 orang terpaksa mengungsi selama tiga hingga sepuluh hari, serta menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Selain dampak terhadap penduduk, bencana ini juga mengakibatkan 2.233 rumah terendam banjir, serta merusak sektor pertanian dengan 115 hektare sawah terendam, terdiri dari 58 hektare rusak berat, 10, 8 hektare rusak sedang, dan 9, 5 hektare rusak ringan. Aktivitas ekonomi masyarakat turut terdampak dengan 292 pelaku UMKM dan satu koperasi mengalami kerugian.
Kerusakan infrastruktur juga cukup signifikan, meliputi 14 kilometer ruas jalan, empat ruas sungai rusak berat, sebelas jaringan irigasi rusak berat dan sedang, empat sistem penyediaan air minum (SPAM) rusak berat, serta 14 masjid dan musala terendam banjir.
Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, menegaskan bahwa penyusunan R3P Hidrometeorologi harus dilakukan secara cermat dan berbasis data agar program rehabilitasi dan rekonstruksi yang diusulkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak.
“Pemerintah Kota Solok berkomitmen memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan efektif dan tepat sasaran. Oleh karena itu, diperlukan sinergi seluruh perangkat daerah agar usulan R3P ini tersusun dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, ” tegasnya.
Melalui rapat ini, Pemerintah Kota Solok berharap program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi dapat segera diusulkan dan direalisasikan, sehingga pemulihan sosial, ekonomi, serta infrastruktur dapat berjalan optimal demi meningkatkan kembali kesejahteraan masyarakat Kota Solok.




































:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,598,20,0)/kly-media-production/medias/4849524/original/085214000_1717171762-19_WhatsApp_Image_2024-05-31_at_22.15.20__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382095/original/065022200_1760528961-nova_arianto.jpg)

