JAMBI – Diduga gegara mengusir para pendompeng emas ilegal (PETI) dengan selepetan (katapel) dan petasan kembang api, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Amri Firdaus beserta keluarga nyaris babak belur diganyang sekelompok warga.
Amri Firdaus yang notabene merupakan salah satu pemangku penting dalam tataran Pemerintahan Desa Teluk Langkap, menyebutkan aksi kekerasan yang ia alami terjadi pada Selasa siang (14/7). Tidak berselang lama setelah ia bersama sejumlah warga mencoba mengusir sejumlah penambang sedang menyedot pasir di dasar sungai dengan mesin dompeng.
“Kami bersama masyarakat hanya ingin menghentikan aktivitas PETI. Karena lokasinya sangat dekat dengan rumah warga dan badan jalan. Kami khawatir terjadi longsor, ” ungkap Amri Firdaus yang sudah melaporkan tindak kekerasan tersebut ke pihak Kepolisian Resort Tebo.
Pengakuan Amri, dalam aksi pengusiran Selasa pagi, sebagian warga menggunakan petasan kembang api dan selepetan (katapel). Dalam aksi pengusiran tersebut, Amri mendapat kabar ada peluru selepetan mengenai warga penambang.
“Ada informasi salah seorang pekerja dompeng terkena peluru katapel. Tetapi bukan hanya saya yang berada di lokasi. Banyak warga juga melakukan hal yang sama, ” ujar Amri.
Amri kaget, pasca pengusiran, sekitar pukul 12.30 Selasa siang, sekelompok warga yang keberatan dengan aksi pengusiran dengan petasan kembang api dan selepetan, mendatangi kediaman Ketua BPD Amri Firdaus membawa kemarahan.

“Mereka datang ke rumah saya dan langsung menyerang. Saya dan istri menjadi korban penganiayaan. Mereka menuduh saya yang mengenai salah satu pekerja dengan katapel, padahal saat itu banyak warga berada di lokasi, ” sebutnya.
Beruntung berkat dilerai pemuka masyarakat, termasuk dari beberapa perempuan dari keluarga penyerang, kericuhan mereda.
Akibat insiden tersebut, Amri mengaku mengalami benturan di bagian belakang kepala setelah didorong oleh terduga pelaku. Termasuk istrinya Suwartini mengalami tindak kekerasan pada beberapa bagian tubuhnya.
Kapolres Tebo Ajun Komisaris Triyanto melalui Kasat Reskrim Iptu Rimhot Nainggolan membenarkan adanya laporan dugaan tindak penganiayaan dari Ketua BPD Teluk Langkap Amri Firdaus berserta istri.
“Ada dua laporan yang kami terima terkait peristiwa tersebut. Kami sudah memanggil para korban maupun pihak yang diduga terlibat untuk dimintai keterangan.
Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman guna mengumpulkan alat bukti dan menentukan langkah hukum berikutnya. Kami mengimbau segenap masyarakat Tebo, khususnya di Desa Teluk Langkap, untuk menjauhi perilaku main hakim sendiri, itu menyalahi aturan hukum, ” ujar Rimhot, Rabu (15/7).(IS)










































