Tragedi Kebakaran di Way Kanan: Pria Tewas, Polda Imbau Warga Waspada

5 hours ago 3

MESUJI - Kejadian nahas menggemparkan warga Way Kanan pada Senin (15/6/2026) sore. Api yang melalap habis sebuah rumah di Gang Buntu, belakang Pasar Pagi Baradatu, Kelurahan Tiuh Balak Pasar, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Lampung, merenggut nyawa seorang pria berinisial AM (50).

Rumah berukuran 4x6 meter yang seluruhnya terbuat dari material kayu itu menjadi saksi bisu tragedi. AM, yang diketahui tinggal seorang diri, tak sempat menyelamatkan diri dari kobaran api yang dengan cepat melahap bangunannya. Ia ditemukan tak bernyawa di dalam puing-puing rumahnya yang telah menghitam.

Menyikapi insiden memilukan ini, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menyerukan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang mendiami rumah dengan bahan yang mudah terbakar.

"Kami mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik, memastikan tidak ada peralatan elektronik yang ditinggalkan dalam keadaan menyala, serta segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran sekecil apa pun, " ujar Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, Selasa (16/6/2026).

Ia menambahkan bahwa peran serta aktif dari setiap warga memegang peranan krusial dalam upaya pencegahan meluasnya api serta meminimalkan potensi hilangnya nyawa.

"Apabila terdapat anggota keluarga yang tinggal sendiri, khususnya lansia atau orang dengan kondisi kesehatan tertentu, diharapkan mendapat perhatian dan pengawasan dari keluarga maupun lingkungan sekitar, " tuturnya.

Api pertama kali terlihat oleh seorang warga bernama Edison (61) sekitar pukul 15.20 WIB. Ia melihat asap mengepul dari bagian atas rumah korban. Kecurigaannya mendorongnya untuk mendekat, dan betapa terkejutnya ia mendapati api telah berkobar hebat membakar seluruh bangunan.

Teriakan minta tolong Edison segera disambut warga sekitar yang bergegas berusaha memadamkan api sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tak lama berselang, sekitar pukul 15.30 WIB, mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Namun, api rupanya telah terlalu ganas, menghanguskan seluruh isi rumah beserta barang-barang berharga milik korban.

Dalam kegaduhan proses pemadaman, warga menyadari bahwa korban masih berada di dalam rumah. Tim medis dari Puskesmas Baradatu yang tiba di lokasi melakukan pemeriksaan awal dan mengonfirmasi bahwa korban telah meninggal dunia.

"Berdasarkan informasi warga setempat, korban diketahui tinggal seorang diri dan diduga mengalami gangguan kejiwaan, " ungkap Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun.

Polsek Baradatu segera merespons laporan ini dengan mendatangi lokasi kejadian, membantu upaya pemadaman, mengumpulkan keterangan dari para saksi, dan memulai penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran yang merenggut nyawa AM.

"Pihak keluarga korban telah membuat surat pernyataan menolak autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait sumber api yang menyebabkan kebakaran tersebut, " tegas Kabid Humas. [Humas]

Read Entire Article
Karya | Politics | | |