BARRU - Suasana sore di pesisir Pantai Ujunge, Desa Madello, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, mendadak mencekam pada Kamis (23/4/2026).
Seorang bocah perempuan berinisial AF (8) dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus saat sedang berenang bersama rekan-rekannya.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WITA. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban bersama tiga temannya asyik bermain di laut.
Namun, kondisi air yang sedang pasang dan arus yang kuat membuat mereka kesulitan untuk kembali ke tepian.
Dua rekan korban, Rania dan Giarni, berhasil menyelamatkan diri ke daratan dan segera berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut didengar oleh Ruslan (37), seorang nelayan yang baru saja merapat ke pantai.
Mendengar teriakan minta tolong, Ruslan bersama warga lainnya, termasuk Dedi (45), langsung melakukan upaya penyelamatan menggunakan perahu nelayan.
Salah satu korban bernama Ainun berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah mendapatkan pertolongan pertama dari warga untuk mengeluarkan air dari tubuhnya.
Nahas bagi AF, siswi kelas 3 SD tersebut sempat hilang selama 10 menit sebelum akhirnya ditemukan oleh warga bernama Yuda di sekitar perahu nelayan yang terparkir. Saat ditemukan, AF sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Kedua korban segera dilarikan ke Puskesmas Madello. Berdasarkan hasil visum tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh AF. Korban dinyatakan meninggal dunia murni akibat tenggelam.
Kapolsek Balusu, Iptu Mustajil, menyatakan bahwa pihaknya langsung turun ke lokasi sesaat setelah menerima laporan untuk memimpin proses evakuasi dan koordinasi.
"Kami langsung bergerak cepat mendatangi TKP, berkoordinasi dengan tenaga medis, dan membantu evakuasi. Saat ini fokus kami adalah mendampingi proses hingga pihak keluarga tiba, " ujar Iptu Mustajil.
Pihak kepolisian saat ini masih menunggu kedatangan orang tua korban yang sedang dalam perjalanan dari Makassar untuk proses serah terima jenazah.
Terkait autopsi, Iptu Mustajil menyebutkan hal itu bergantung pada keputusan keluarga.
Menyikapi tragedi ini, Kapolsek Balusu memberikan peringatan keras kepada masyarakat, terutama orang tua, untuk lebih waspada saat membawa anak-anak beraktivitas di wilayah pesisir.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan. Bagi yang tidak mahir berenang, jangan terlalu jauh ke tengah. Yang paling utama adalah pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak-anak di pantai agar kejadian memilukan seperti ini tidak terulang kembali, " tegasnya.


















































