SIMALUNGUN - Kalangan masyarakat mengungkapkan, keberadaan tiga lokasi galian C material batu padas yang dikelola oknum warga setempat yakni Iwan, Nining dan Muhidi berstatus ilegal.
Kalangan masyarakat mendesak pihak berwenang menutup lokasi itu di Lingkungan Timbaan, Kelurahan Kerasaan I, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, Minggu (11/01/2026), sekira pukul 17.00 WIB.
"Lokasi galian batu padas itu tidak memberi manfaat kepada masyarakat setempat. Masyarakat mengeluh akibat ruas jalan lingkungan rusak, " ungkap warga setempat.
Selain itu, operasional galian C material batu padas menimbulkan lubang besar dengan kedalaman lebih dari tiga meter sangat berdampak buruk terhadap ekosistem serta lingkungan sekitar.
"Batu pada dikorek dari perut bumi dan lokasi itu berubah menjadi kolam yang menyerupai danau di tengah lokasi perladangan warga setempat, " ungkap warga yang tidak bersedia namanya disebutkan.
Menurut warga, meskipun tidak memberi kontribusi. Namun, pemerintah dan aparat kepolisian terkesan melakukan pembiaran terhadap ke tiga oknum warga setempat yang mengelola aktivitas ilegal untuk kepentingan pribadinya.
"Aktivitas ilegal selama ini tidak pernah memberikan kontribusi kepada masyarakat dan disinyalir pihak pengelola memberikan upeti kepada pihak tertentu, " beber warga.
Sementara, seorang aktivis penggiat sosial masyarakat menyebutkan, puluhan orang bekerja mengumpulkan batu padas tanpa jaminan keselamatan kerja di tiga lokasi Galian C tersebut.
"Informasi terkait kecelakaan kerja yang terjadi, menimbulkan korban jiwa di salah satu lokasi tangkahan batu padas tersebut, " sebut K Pasaribu.
Sumarno selaku Lurah Kerasaan I belum dapat dimintai tanggapannya terkait keberadaan lokasi tangkahan material batu padas di wilayah tugasnya, hingga berita ini dilansir ke publik.
Terpisah, Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang belum dapat dihubungi dan dikonfirmasi tentang masyarakat yang menginformasikan keberadaan tiga titik lokasi Galian C Ilegal di Kelurahan Kerasaan I, Kecamatan Pematang Bandar.
(Amry Pasaribu)





































:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,598,20,0)/kly-media-production/medias/4849524/original/085214000_1717171762-19_WhatsApp_Image_2024-05-31_at_22.15.20__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382095/original/065022200_1760528961-nova_arianto.jpg)
