BARRU - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi NasDem, Ir. H. Teguh Iswara Suardi, ST., M.Sc., melakukan kunjungan kerja dalam rangka reses di Desa Manuba, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Senin (27/4/2026).
Kedatangan putra daerah Barru ini bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus mensosialisasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Bedah Rumah tahun anggaran 2026.
Kegiatan yang berlangsung hangat di kediaman salah satu tokoh masyarakat ini dihadiri oleh Kepala Desa Manuba, Hasnah Sultan, S.Sy., tokoh masyarakat seperti Andi Kutubiddin dan Aji Saharuddin, serta puluhan warga penerima manfaat.

Dalam sambutannya, Teguh Iswara Suardi menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan Kabupaten Barru dalam penyaluran bantuan dari pusat. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 ini, Barru mendapatkan jatah yang signifikan untuk program bedah rumah.
"Tahun lalu, bantuan bedah rumah hanya sekitar 400 unit karena efisiensi anggaran pusat, dan semuanya saya arahkan ke Barru. Tahun ini, Alhamdulillah kita bawa 700 unit bedah rumah khusus untuk Kabupaten Barru, " ujar Teguh disambut tepuk tangan warga.

Teguh menjelaskan bahwa meski daerah pilihannya (Dapil) mencakup 9 kabupaten, ia merasa memiliki tanggung jawab moral yang besar kepada masyarakat Barru yang telah memberikan kontribusi suara hingga 70 persen bagi kemenangannya.
"Ini adalah bentuk apresiasi dan terima kasih saya. Saya tidak ingin setelah terpilih lalu menghilang. Sebagai orang asli Barru, saya berkomitmen agar bantuan pusat selalu diutamakan untuk daerah kita, " tegasnya.
Selain bedah rumah, Teguh memaparkan sejumlah program aspirasi lain yang telah dan sedang berjalan di Barru, di antaranya program air bersih, lampu jalan, jalan tani, hingga bantuan sanitasi (toilet).

Ia menekankan prinsip pemerataan agar manfaat pembangunan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Di Desa Manuba sendiri, selain bedah rumah, masyarakat kini telah menikmati fasilitas air bersih.
"Tahun ini, seluruh desa dan kelurahan di Barru semua merata mendapatkan bantuan. Tidak ada yang tersisa, mulai dari Pujananting hingga Mallusetasi, " tambahnya.
Dalam sesi diskusi, warga memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan sejumlah kendala, termasuk masalah lampu jalan dan akurasi data BPJS.
Menanggapi hal itu, Teguh menjelaskan bahwa untuk lampu jalan desa terdapat keterbatasan kuota, namun ia akan terus mengupayakan solusi teknis.

Terkait masalah BPJS dan bantuan yang sering tidak tepat sasaran karena data Desil yang tidak akurat, Teguh menyatakan telah mengkritisi hal tersebut di tingkat pusat.
"Kami di DPR RI selalu meminta pemerintah memperbarui data secara berkala. Jangan hanya melihat angka desil, tapi lihat realita di lapangan. Banyak warga yang rumahnya sudah tidak layak namun datanya dianggap mampu. Ini yang terus kami perjuangkan agar ada evaluasi, " jelas Teguh.
Menutup pertemuan tersebut, Teguh meminta masyarakat untuk bersabar jika ada usulan yang belum terealisasi, mengingat keterbatasan anggaran, namun ia memastikan perjuangan untuk kemajuan Barru tetap menjadi prioritas utamanya di Senayan.
Sementara itu, Kepala Desa Manuba, Hasnah Sultan, S.Sy., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kunjungan dan perhatian nyata yang diberikan oleh Teguh Iswara Suardi kepada warganya.
Ia mengakui bahwa program-program aspirasi tersebut sangat menyentuh kebutuhan dasar masyarakat pedesaan.
"Kami atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat Desa Manuba mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Teguh. Kehadiran beliau bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan membawa solusi nyata, terutama terkait bantuan bedah rumah dan fasilitas air bersih yang manfaatnya sudah dirasakan langsung oleh warga kami, " ujar Hasnah Sultan.
Hasnah juga menambahkan bahwa komitmen putra daerah di tingkat pusat seperti ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan di desa. Ia berharap sinergi antara pemerintah desa dan perwakilan di DPR RI dapat terus terjalin demi kesejahteraan warga Manuba ke depannya.
"Ini adalah bukti bahwa aspirasi masyarakat tidak berhenti di meja diskusi, tapi benar-benar dikawal hingga terealisasi di lapangan. Kami merasa sangat bersyukur memiliki perwakilan yang peduli dan mau mendengarkan langsung keluhan warga di bawah, " pungkasnya.
















































