BANDUNG - Pada Senin, 8 Juli 2026, udara pagi di Desa Girimulya, Kecamatan Pacet, terasa lebih segar berkat inisiatif Serda Asep Riki, Babinsa Koramil 2416/Pacet. Beliau tak sendiri dalam upaya memperkuat benteng alam. Di area Pasanggrahan yang dikenal rentan terhadap tanah longsor, Serda Asep Riki memimpin langsung kegiatan penanaman pohon keras. Tindakan ini bukan sekadar menanam, melainkan sebuah langkah strategis untuk mitigasi bencana dan reboisasi. Dengan akar yang kuat, pohon-pohon ini diharapkan mampu menahan laju tanah saat hujan deras, menjaga ketersediaan air tanah, sekaligus berperan menekan polusi udara.
Aksi penanaman pohon keras ini merupakan bagian integral dari upaya pencegahan bencana hidrometeorologi yang semakin kerap terjadi. Pemilihan jenis pohon keras seperti mahoni, trembesi, suren, dan kayu putih bukan tanpa alasan. Akar mereka yang dalam memiliki kemampuan luar biasa untuk mencengkeram tanah, mengurangi risiko erosi dan longsor di lereng-lereng curam.
Kegiatan serupa seringkali kita dengar, di mana pemerintah, TNI, dan para pegiat lingkungan bersatu padu menanam ribuan bibit di berbagai area rawan bencana. Namun, di balik gemanya yang besar, ada peran individu seperti Serda Asep Riki yang menjadi motor penggerak di tingkat akar rumput. Ia merasakan langsung pentingnya tindakan nyata ini, bukan hanya untuk mencegah kerugian materiil, tetapi lebih dari itu, untuk menjaga keselamatan jiwa warga.
“Ini adalah investasi jangka panjang kita untuk lingkungan dan juga untuk kelangsungan hidup generasi mendatang. Menanam pohon keras di daerah rawan longsor seperti ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap keselamatan bersama, ” tutur seorang pejabat terkait, yang menekankan pentingnya aksi hijau ini dalam menjaga kualitas oksigen dan mencegah bencana.
Partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari warga setempat, instansi terkait, hingga pelajar, menjadi bukti nyata kolaborasi yang kuat. Melalui kegiatan ini, edukasi tentang pentingnya pelestarian lingkungan diserap secara langsung oleh generasi muda, menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif untuk menjaga kelestarian alam.

















































