Jakarta – Suasana hangat menyelimuti RPTRA Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Di tengah lantunan ayat suci dan doa-doa yang dipanjatkan, senyum anak-anak yatim menjadi pemandangan paling berharga dalam kegiatan Pengajian Majlis Taklim (MT) Asmaul Husna yang dirangkaikan dengan santunan yatim, Senin (22/6) siang.
Muharram memang selalu hadir membawa pesan tentang kepedulian. Di bulan yang dimuliakan dalam Islam ini, semangat berbagi kembali tumbuh melalui tangan-tangan yang tulus membantu sesama. Sebanyak 100 anak yatim dari 10 RW di Kelurahan Sungai Bambu menerima santunan sebagai wujud nyata kebersamaan warga, pengurus PKK, dan para donatur yang ikut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Sungai Bambu Ekasari Riskiah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik berupa tenaga maupun bantuan materi sehingga kegiatan santunan dapat terlaksana dengan baik. "Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Kepedulian yang diberikan hari ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak yatim dan keluarga mereka, " ungkapnya. Ia juga menyampaikan bahwa santunan kali ini menjangkau 100 anak yatim yang berasal dari seluruh wilayah RW di Kelurahan Sungai Bambu, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
Sementara itu, Lurah Sungai Bambu Syaiful Anwar mengajak masyarakat untuk memandang kehidupan anak yatim dari sudut pandang yang penuh hikmah. Menurutnya, menjadi yatim bukanlah sebuah kekurangan, melainkan bagian dari ketetapan Allah yang menyimpan banyak kemuliaan. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa Rasulullah SAW juga tumbuh sebagai seorang yatim. Begitu pula kisah Uwais Al Qarni, seorang tabi’in yang dikenal karena bakti luar biasanya kepada sang ibu. Kisah-kisah tersebut menjadi pengingat bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh keadaan hidupnya, melainkan oleh keimanan dan amal kebaikannya.
Momentum haru kemudian terasa ketika satu per satu anak yatim maju menerima santunan. Wajah-wajah penuh harapan menghiasi ruangan, sementara para hadirin menyaksikan momen tersebut dengan penuh rasa syukur. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tausiah bertema Kemuliaan Bulan Muharram yang disampaikan Ustadz Masduki yang biasa mengisi acara-acara di lingkungan Sungai Bambu. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk menjadikan Muharram sebagai momentum memperbanyak amal saleh dan memperkuat rasa kepedulian sosial.
Ustadz Masduki mengisahkan berbagai peristiwa agung yang diyakini terjadi pada bulan Muharram, di antaranya keselamatan Nabi Ibrahim AS dari kobaran api setelah berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT, keselamatan Nabi Nuh AS dari banjir besar, hingga diselamatkan Nabi Yunus AS dari perut ikan. Menurutnya, kisah-kisah tersebut mengajarkan bahwa pertolongan Allah selalu hadir bagi hamba yang memiliki keyakinan dan ketawakalan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kepedulian terhadap kaum dhuafa dan anak yatim. Menurutnya, menyantuni anak yatim merupakan salah satu amal yang memiliki keutamaan besar dan akan dibalas dengan pahala berlipat ganda oleh Allah SWT. Karena itu, masyarakat diajak terus menumbuhkan rasa kasih sayang kepada sesama sebagai bagian dari membangun kehidupan yang penuh keberkahan.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 150 peserta itu berlangsung dengan khidmat dan penuh kekeluargaan. Hadir dalam kesempatan tersebut selain Lurah Sungai Bambu, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Sungai Bambu, Ketua TP PKK beserta jajaran pengurus, perwakilan anak-anak yatim, pengurus Kelompok PKK RW se-Kelurahan Sungai Bambu, serta jamaah Majlis Taklim Asmaul Husna.
Lebih dari sekadar agenda tahunan, pengajian dan santunan ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sering kali lahir dari hal-hal sederhana: seulas senyum, uluran tangan, dan kepedulian yang diberikan dengan tulus. Di bulan Muharram yang penuh kemuliaan, semangat berbagi kembali membuktikan bahwa kebersamaan adalah kekuatan yang mampu menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

















































