Sampah Liar Cemari Pemandangan dan Udara di Poros Barru, Pengguna Jalan Terganggu

1 month ago 25

BARRU - Tumpukan sampah liar bak gunung mini kembali menjadi sorotan di jalur utama Sulawesi Selatan.

Lokasi pembuangan ilegal ini berada persis di pinggir Jalan Poros Makassar-Parepare, tepatnya di Kampung Sayye, Kelurahan Mangkoso, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru.

Foto yang beredar menunjukkan gundukan sampah, didominasi oleh kantong plastik berbagai warna, berserakan di bahu jalan raya yang sibuk. 

Di belakang tumpukan sampah terlihat rimbunnya pohon pisang yang seharusnya memberikan kesan sejuk, namun kini kontras dengan pemandangan yang memprihatinkan.

Selain merusak estetika lingkungan, keberadaan sampah ini dilaporkan telah menimbulkan dampak serius bagi pengguna jalan.

"Setiap lewat sini, baunya itu menyengat sekali. Apalagi kalau siang hari, sangat mengganggu. Ini kan jalan poros utama, malu rasanya kalau ada pemandangan dan bau begini, " ujar seorang pengendara motor yang enggan disebutkan namanya.

Tumpukan sampah yang terlihat terus bertambah ini dicurigai berasal dari aktivitas warga sekitar yang memilih membuang sampah di lokasi tersebut, padahal tempat itu bukan merupakan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) resmi.

Fenomena sampah liar di jalan poros ini tidak hanya sekadar masalah estetika dan bau. Tumpukan sampah yang dibiarkan terbuka berpotensi mencemari air tanah saat musim hujan, menjadi sarang penyakit (vektor) seperti tikus dan lalat dan mengganggu kelancaran lalu lintas jika tumpukan semakin meluas ke badan jalan.

Pemerintah Kabupaten Barru, melalui dinas terkait, didesak untuk segera mengambil tindakan tegas. 

Hal ini mencakup pembersihan tumpukan sampah liar, pemasangan papan larangan buang sampah, hingga sosialisasi intensif kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang benar dan sanksi bagi pelaku pembuangan sampah ilegal.

Masyarakat Barru berharap masalah ini dapat segera teratasi agar citra jalan poros sebagai jalur vital tidak ternodai oleh pemandangan dan bau yang tidak sedap.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |