Rosita Marinir TNI AL: Dongkrak Ekonomi Petani Papua Lewat Borong Hasil Tani

6 days ago 4

PANIAI - Di tengah hamparan kebun yang menjadi denyut nadi kehidupan, prajurit TNI Angkatan Laut dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG Mobile 2025 dari Batalyon Infanteri 4 Marinir Candraca tidak hanya menjaga batas negara, tetapi juga merajut asa kesejahteraan bagi masyarakat. Melalui inisiatif 'Program Borong Hasil Tani' atau yang akrab disapa Rosita, mereka hadir menyuntikkan semangat baru bagi para petani di Distrik Pasir Putih, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, pada Senin (16/3/2026).

Program Rosita adalah wujud nyata kepedulian untuk menyerap langsung hasil pertanian warga. Bagi petani di wilayah pedalaman, akses pasar seringkali menjadi tantangan terbesar, menghambat potensi hasil panen mereka. Inilah yang coba diurai oleh para prajurit Marinir.

Suasana hangat penuh kebersamaan terpancar saat prajurit Satgas Yonif 4 Marinir berbaur, berinteraksi langsung dengan para petani. Sayur-mayur segar dan berbagai komoditas pertanian lainnya diborong langsung oleh para prajurit, sebuah langkah sederhana namun bermakna besar. Tindakan ini memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus mendongkrak pendapatan mereka secara signifikan.

Letkol Marinir Surya Affandy Novyanto, M.Tr.Opsla., selaku Komandan Satgas Yonif 4 Marinir Candraca, menegaskan pentingnya program ini.

"Melalui Program Rosita, kami ingin membantu masyarakat Papua meningkatkan perekonomian mereka. Kami berharap kegiatan ini dapat menciptakan sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah pedalaman, " ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa kehadiran Satgas Marinir bukan hanya sebatas menjaga stabilitas keamanan di perbatasan.

"Kami berupaya hadir sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat, termasuk dalam mendorong kemandirian ekonomi warga, " tegas Letkol Marinir Surya.

Program Rosita disambut antusias oleh masyarakat Distrik Pasir Putih. Para petani mengungkapkan rasa syukur dan lega karena hasil panen mereka kini terserap dengan mudah, tanpa perlu lagi menempuh perjalanan jauh yang melelahkan untuk menjualnya.

Kehadiran prajurit Marinir melalui program ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan di wilayah Papua Tengah. Kolaborasi erat antara TNI dan masyarakat menjadi kunci untuk mengembangkan sektor pertanian lokal, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan warga di pedalaman Papua. (PERS)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |