Ratusan Warga Sembilan Desa Gelar Aksi Damai Tuntut Kejelasan Sengketa Lahan PT PAL

1 month ago 20

Mesuji – Ratusan warga dari sembilan desa penyangga PT Pematang Agri Lestari (PAL) menggelar aksi damai di depan kantor perusahaan, Selasa (06/01/2026).

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes atas sengketa lahan yang telah berlangsung selama beberapa tahun dan belum menemukan titik penyelesaian.

Untuk menjamin keamanan dan ketertiban jalannya aksi, jajaran Polres Mesuji bersama Kodim 0406/Tulang Bawang serta Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Mesuji diterjunkan ke lokasi.

Sejak pagi hari, sekitar 500 orang massa aksi memadati area PT PAL. Sejumlah perwakilan warga diterima untuk berdiskusi dengan pihak perusahaan dalam forum yang difasilitasi oleh Satuan Tugas Penanganan Konflik Agraria Kabupaten Mesuji. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan aspirasi sekaligus meminta kejelasan status Hak Guna Usaha (HGU) PT PAL.

Massa aksi juga membawa berbagai spanduk tuntutan, salah satunya bertuliskan, “Berantas mafia tanah, kembalikan hak tanah transmigrasi kami sejak tahun 1992 yang dikuasai mafia tanah.” Meski demikian, seluruh peserta aksi berkomitmen menyampaikan aspirasi secara damai dan tertib.

Kapolres Mesuji AKBP Dr. Muhammad Firdaus, S.Ik., M.H., yang hadir bersama Asisten I Pemerintah Kabupaten Mesuji, Kepala BPN Kabupaten Mesuji, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya, menegaskan bahwa Satgas Penanganan Konflik Agraria berperan sebagai penengah yang netral.

“Kami mendukung hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Namun, kami mengimbau agar seluruh pihak tetap menjaga ketertiban serta menghormati hukum dan peraturan yang berlaku, ” ujar AKBP Firdaus.

Ia menambahkan, sebanyak 131 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Satpol PP dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi agar tetap berlangsung aman dan kondusif.

“Alhamdulillah, aksi damai berjalan aman dan terkendali. Meski tuntutan masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi, melalui kuasa hukumnya warga akan menempuh jalur lanjutan dengan menemui Kementerian ATR/BPN di Jakarta guna mencari penyelesaian konflik, ” tegasnya.

Selain pengamanan, tim negosiasi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Mesuji juga turut hadir untuk menyerap aspirasi warga sekaligus membuka jalur komunikasi antara masyarakat dan pihak PT PAL. Perwakilan perusahaan pun menyatakan kesediaannya untuk melakukan dialog terbuka sebagai upaya mencari solusi atas sengketa lahan yang terjadi. [Humas/Udin]

Read Entire Article
Karya | Politics | | |