JAKARTA, Indonesiasatu.co.id— PT Vale Indonesia Tbk kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Perusahaan tambang nikel terintegrasi dan berkelanjutan tersebut berhasil meraih dua penghargaan bergengsi pada ajang HR Asia Best Companies to Work for in Asia Awards 2026.
Dalam ajang tersebut, PT Vale berhasil membawa pulang penghargaan “HR Asia Best Companies to Work for in Asia 2026” serta “HR Asia People Transformation Award 2026”. Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas komitmen perusahaan dalam membangun lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan berpusat pada pengembangan manusia.
Penghargaan diterima langsung oleh Corporate Secretary PT Vale, Ranty Astari Rachman bersama Senior Manager Talent Acquisition, Performance Management & EVP PT Vale, Gandi Husodo, dalam malam penganugerahan yang digelar di Jakarta.
Ajang yang diselenggarakan oleh Business Media International (BMI) tersebut menggunakan metode penilaian “TEAM Assessment”, yakni instrumen khusus yang mengukur keterlibatan, motivasi, pengalaman kerja, hingga kepuasan karyawan secara langsung. Penilaian ini menjadi salah satu tolok ukur paling kredibel di Asia dalam menentukan perusahaan dengan budaya kerja terbaik.
Dengan lebih dari 3.000 karyawan yang tersebar di berbagai wilayah operasional, PT Vale terus memperkuat strategi pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari agenda transformasi dan hilirisasi mineral kritis Indonesia.
Berbagai program pengembangan talenta pun terus dijalankan. Salah satunya melalui Cooperative Education Program (Co-Ops) yang bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin. Program tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menjalani magang penuh waktu selama enam bulan di lingkungan operasional PT Vale.
Selain itu, sepanjang tahun 2024, sebanyak 370 karyawan mendapatkan promosi jabatan, sementara 143 karyawan non-staf berhasil memperoleh sertifikasi profesi nasional melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Seluruh karyawan juga menjalani penilaian kinerja formal sebagai bagian dari pengembangan karier yang berkelanjutan.
PT Vale juga menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat lokal. Sejak beroperasi, perusahaan telah melibatkan lebih dari 11.000 masyarakat lokal sebagai karyawan maupun mitra kerja, dengan sekitar 87 persen berasal dari Luwu Timur dan Sulawesi Selatan.
Untuk meningkatkan kesiapan tenaga kerja lokal, PT Vale turut menjalankan berbagai program peningkatan kompetensi, termasuk Vocational Short-Term Training (VST) yang dikembangkan bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Politeknik Sorowako.
Tak hanya fokus pada pengembangan karier, perusahaan juga terus membangun lingkungan kerja yang lebih inklusif. Saat ini, perempuan mencakup 11, 6 persen dari total tenaga kerja PT Vale, termasuk 17 perempuan yang menduduki posisi manajerial.
PT Vale juga mempekerjakan 70 penyandang disabilitas di berbagai fungsi organisasi serta menerapkan prinsip kesetaraan remunerasi tanpa memandang gender.
Di bidang kesehatan dan kesejahteraan pekerja, perusahaan menjalankan Program Wellness yang melibatkan 623 karyawan dan kontraktor. Sebanyak 98 persen peserta aktif program tersebut mengaku mengalami peningkatan kesehatan dan energi setelah mengikuti kegiatan.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan tidak terlepas dari komitmen jangka panjang dalam mengembangkan manusia.
“Melalui disiplin dan integritas, kami ingin memastikan kontribusi nyata PT Vale terhadap kedaulatan energi dan pembangunan berkelanjutan Indonesia. Karyawan kami adalah inti dari janji tersebut dan penghargaan ini menegaskan bahwa cara kami memperlakukan tenaga kerja kami tidak terpisahkan dari cara kami menjalankan bisnis, ” ujarnya.
Penghargaan HR Asia Best Companies to Work for in Asia 2026 semakin melengkapi berbagai pengakuan yang sebelumnya telah diterima PT Vale di bidang keberlanjutan, tata kelola perusahaan, dan pengelolaan lingkungan.
Bagi PT Vale, keberlanjutan tidak hanya diukur dari bagaimana sumber daya alam dikelola, tetapi juga dari bagaimana manusia yang menjalankan bisnis diberdayakan dan dikembangkan demi masa depan industri pertambangan yang lebih bertanggung jawab, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.

















































