Presiden Prabowo Lakukan Perombakan Pimpinan Badan Gizi Nasional

3 weeks ago 28

JAKARTA - Dalam sebuah langkah strategis yang diumumkan pada Selasa, 2 Juni 2026, Presiden Prabowo telah mengambil keputusan penting untuk melakukan pergantian pucuk pimpinan di Badan Gizi Nasional. Keputusan ini menandai babak baru bagi institusi yang memiliki peran krusial dalam memastikan kesehatan gizi masyarakat Indonesia.

Saudara Dadan Hindayana resmi dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Bersamanya, Saudara Lodewyk Pusung dan Saudara Sony Sonjaya akan mendampingi sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Pergantian ini tentu saja disertai dengan apresiasi mendalam atas segala upaya dan dedikasi yang telah dicurahkan para pejabat sebelumnya dalam membangun fondasi serta mengembangkan Badan Gizi Nasional hingga saat ini.

"Tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dedikasi selama ini di dalam membangun fondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional, " ujar Pras di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Sebelumnya, Dadan Hindayana telah dilantik oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada Senin, 19 Agustus 2024, di masa akhir jabatannya. Kala itu, ia dipercaya untuk memimpin badan yang kelak akan mengemban tugas penting dalam merealisasikan program makan bergizi gratis yang digagas oleh pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Latar belakang akademis Dadan Hindayana sangatlah mumpuni. Ia merupakan seorang dosen di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB). Perjalanan pendidikannya dimulai di IPB pada tahun 1986-1990, dilanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di University of Bonn, Jerman, dan Leibniz Universität Hannover, di mana ia meraih gelar pada tahun 1997.

Data dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Kemendikbud mencatat bahwa Dadan Hindayana memiliki jabatan fungsional sebagai lektor dengan jenjang pendidikan terakhir Strata 3 (S3). Keahliannya tidak hanya terbatas pada pengajaran, tetapi juga dibuktikan melalui berbagai publikasi karya ilmiah, termasuk artikel yang dimuat di jurnal internasional.

Beberapa judul karyanya yang menarik perhatian antara lain 'Preferensi Serangan Tikus Sawah (Rattus argentiventer) terhadap Tanaman Padi' dan 'Keanekaragaman dan Peran Fungsional Serangga Ordo Coleoptera di Area Reklamasi Pascatambang Batu Bara di Berau, Kalimantan Timur'. Karya-karya ini menunjukkan kedalaman pengetahuannya di bidang pertanian dan perlindungan tanaman, yang tentu akan sangat relevan dalam perannya di Badan Gizi Nasional. (PERS) 

Read Entire Article
Karya | Politics | | |