INTAN JAYA - Di tengah teriknya matahari Intan Jaya, Papua Tengah, sebuah pos TNI mendadak bertransformasi menjadi ruang kelas yang penuh tawa dan keceriaan. Prajurit dari Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 631/Antang sukses menyulap Pos Sugapa menjadi tempat belajar yang tak terlupakan bagi anak-anak Papua, Minggu (15/3/2026).
Dengan sentuhan kasih dan pendekatan yang hangat, para prajurit TNI mengajak puluhan anak untuk mengenal dunia angka melalui cara yang tak biasa. Bukan lagi buku pelajaran kaku, melainkan batang-batang bambu kecil yang disulap menjadi alat bantu hitung yang mengasyikkan.
“Kami ingin anak-anak di sekitar pos tetap memiliki semangat untuk belajar. Melalui metode sederhana seperti ini, kami berharap mereka bisa memahami pelajaran dengan mudah dan semakin termotivasi untuk terus menuntut ilmu, ” ujar Letda Inf Ari Santa Manik.
Metode pengajaran yang diterapkan sangatlah kreatif. Anak-anak diajak menghitung menggunakan batang bambu, memvisualisasikan angka, dan bahkan menggunakan jari tangan mereka sebagai kalkulator alami. Suasana belajar pun berubah menjadi permainan yang mendidik, di mana tawa riang anak-anak berpadu dengan semangat para pengajar.
Letda Inf Ari Santa Manik menjelaskan bahwa kegiatan edukasi ini merupakan wujud nyata kepedulian prajurit terhadap masa depan generasi penerus di wilayah penugasan yang kerap dihadapkan pada keterbatasan fasilitas pendidikan. Ia merasakan betapa pentingnya menanamkan semangat belajar sejak dini.
Antusiasme anak-anak sungguh membangkitkan semangat. Mereka aktif mengikuti setiap arahan, mencoba menghitung dengan penuh semangat, dan tak jarang berbagi tawa dengan para prajurit. Kebersamaan ini terasa begitu kental, menciptakan ikatan emosional yang mendalam.
Sebagai penutup kegiatan yang penuh makna, seluruh personel Satgas Yonif 631/Antang tak lupa membagikan bingkisan snack ringan sebagai bentuk apresiasi dan kasih sayang. Momen sederhana ini menjadi pengingat bahwa kehadiran TNI di Intan Jaya bukan hanya sebatas menjaga keamanan, namun juga membawa harapan dan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami ingin kehadiran TNI di sini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga membawa semangat positif bagi anak-anak sebagai generasi penerus Papua, ” tambah Letda Ari.
Kisah dari Pos Sugapa ini menjadi bukti nyata bahwa pengabdian prajurit TNI melampaui batas tugas pengamanan. Mereka turut berperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, menabur benih pendidikan di tanah Papua, dan membangun kedekatan yang tulus dengan masyarakat. (PERS)









































