KAB SEMARANG - Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti halaman TK Pelita Pancasila Randugunting, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, saat digelarnya acara Akhir Tahun Ajaran 2025–2026 yang dirangkai dengan pelepasan siswa dan perpisahan guru senior, Ibu Jumiati, S.Pd., AUD, Sabtu (20/6/2026).
Air mata, senyum, dan tepuk tangan mewarnai momen spesial tersebut. Bagi para orang tua murid, acara ini bukan hanya menjadi penanda berakhirnya tahun ajaran, tetapi juga menjadi penghormatan atas dedikasi seorang guru yang telah mengabdikan dirinya selama bertahun-tahun dalam mendidik generasi penerus bangsa.
Acara dihadiri oleh kepala sekolah, dewan guru, orang tua murid, serta puluhan siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD).

Ketua Paguyuban Orang Tua Murid TK Pelita Pancasila Randugunting, Agung Widodo, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh tenaga pendidik yang telah mendampingi proses tumbuh kembang anak-anak selama satu tahun ajaran.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak lepas dari kerja keras para guru yang dengan sabar dan penuh kasih membimbing peserta didik setiap hari.
"Hari ini bukan sekadar acara perpisahan. Ini adalah momentum untuk bersyukur atas perkembangan anak-anak kami sekaligus mengapresiasi jasa para guru yang telah mendidik dengan penuh kesabaran dan ketulusan, " ujar Agung dalam sambutannya. Sabtu (20/6/2026).
Salah satu sosok yang mendapat perhatian khusus dalam acara tersebut adalah Ibu Jumiati, yang selama ini dikenal dekat dengan siswa dan menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan di TK Pelita Pancasila Randugunting.
Bagi para orang tua, Ibu Jumiati bukan hanya seorang guru, tetapi juga figur yang membantu membentuk karakter, kemandirian, dan rasa percaya diri anak-anak sejak usia dini.
Agung menilai profesi guru PAUD membutuhkan pengorbanan besar karena harus mendampingi anak-anak pada masa emas perkembangan mereka.
"Menjadi guru anak usia dini membutuhkan kesabaran luar biasa. Tidak semua orang mampu melakukannya. Kami sangat menghargai dedikasi, waktu, tenaga, dan kasih sayang yang telah diberikan Ibu Jumiati kepada anak-anak kami, " katanya.
Ia menambahkan, banyak orang tua merasakan perubahan positif pada putra-putri mereka setelah mendapatkan bimbingan dan pendidikan dari para guru di sekolah tersebut.
"Jejak pengabdian Ibu Jumiati akan selalu menjadi kenangan indah bagi kami. Nilai-nilai kebaikan yang beliau tanamkan akan menjadi bekal berharga bagi anak-anak dalam menempuh pendidikan dan kehidupan di masa depan, " tambahnya.
Selain perpisahan guru, acara juga menjadi momen pelepasan siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat taman kanak-kanak dan siap melanjutkan ke bangku sekolah dasar.

Dalam pesannya kepada para siswa, Agung mengajak anak-anak untuk terus rajin belajar, menghormati orang tua dan guru, serta menjaga nilai-nilai positif yang telah diajarkan selama menempuh pendidikan di TK.
"Kami berharap anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, berkarakter kuat, dan mampu membanggakan keluarga, sekolah, serta bangsa Indonesia, " tuturnya.
Acara yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut ditutup dengan doa bersama, penampilan siswa, serta pemberian cinderamata sebagai bentuk penghargaan kepada Ibu Jumiati atas pengabdian dan kontribusinya bagi dunia pendidikan anak usia dini.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya dibangun oleh sekolah, tetapi juga melalui sinergi antara guru dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, TK Pelita Pancasila Randugunting diharapkan semakin berkembang dan mampu melahirkan generasi yang unggul, kreatif, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
(Redaksi)

















































