Madura (07/07/2026) - Sebagai upaya memperkuat perlindungan kawasan hutan sekaligus mengantisipasi terjadinya Gangguan Keamanan Hutan (Gukamhut), Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madura, di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Madura, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pasongsongan, melakukan komunikasi sosial (komsos) dengan sejumlah tokoh masyarakat di Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Selasa (07/07/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif Perhutani dalam membangun sinergi bersama masyarakat. Melalui komunikasi yang intensif, Perhutani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian hutan serta berperan aktif dalam mencegah berbagai bentuk pelanggaran kehutanan, seperti penebangan liar, penggembalaan liar, galian batu secara ilegal, hingga potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Administratur Perhutani KPH Madura, melalui Asisten Perhutani (Asper) BKPH Madura Timur, Supriyanto, menyampaikan bahwa keberhasilan dalam menjaga kelestarian hutan tidak dapat dilakukan oleh Perhutani sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh komponen masyarakat, khususnya para tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh besar dalam membangun kesadaran lingkungan.
"Tokoh masyarakat memiliki peran strategis sebagai mitra Perhutani dalam menyampaikan edukasi kepada warga. Melalui komunikasi sosial ini, kami berharap terbangun komitmen bersama untuk menjaga kawasan hutan dari berbagai bentuk gangguan keamanan hutan demi keberlanjutan fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi hutan, " ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Perhutani juga menyampaikan pentingnya menjaga hutan sebagai aset negara yang memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat, antara lain sebagai penyangga tata air, pencegah bencana, pelestari keanekaragaman hayati, serta sumber penghidupan yang harus dikelola secara lestari.
Sementara itu, Sunarwi, tokoh masyarakat Desa Panaongan, menyambut baik kegiatan komunikasi sosial tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung upaya Perhutani dalam menjaga keamanan kawasan hutan.
"Mereka juga mengajak masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang melanggar hukum di dalam kawasan hutan serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya indikasi gangguan keamanan hutan, " katanya.
Kegiatan komunikasi sosial ini menjadi wujud nyata komitmen Perhutani KPH Madura dalam mengedepankan pendekatan humanis, kolaboratif, dan persuasif sebagai strategi memperkuat perlindungan hutan. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu menciptakan situasi kawasan hutan yang aman, lestari, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.@Red

















































