Suliki – Dalam upaya memperkuat pembinaan kepribadian dan meningkatkan nilai-nilai spiritual warga binaan, Lapas Kelas III Suliki menggelar kegiatan Tausiah Agama pada Sabtu (27/06). Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas tersebut diikuti oleh pejabat struktural, pegawai, serta seluruh warga binaan. Tausiah disampaikan oleh Ustadz Reza Esfan bersama tim dengan mengangkat pentingnya memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan antusias. Dalam ceramahnya, Ustadz Reza Esfan mengajak seluruh warga binaan untuk tidak berputus asa serta menjadikan setiap proses pembinaan sebagai langkah memperbaiki akhlak dan meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT. Menurutnya, perubahan yang dimulai dari hati dan diiringi dengan keteguhan iman akan menjadi bekal berharga ketika kembali ke tengah masyarakat.
Usai penyampaian tausiah, Ustadz Reza Esfan bersama tim menyerahkan bantuan berupa 82 buah baju koko kepada warga binaan. Penyerahan bantuan tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Lapas Kelas III Suliki, Waskito Budi Darmo, sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan pembinaan keagamaan warga binaan sekaligus mempererat sinergi antara Lapas dengan masyarakat dalam mendukung program pembinaan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas III Suliki, Waskito Budi Darmo, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kontribusi Ustadz Reza Esfan beserta tim. "Kami mengucapkan terima kasih atas tausiah yang telah diberikan serta bantuan baju koko kepada warga binaan. Kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun karakter, memperkuat keimanan, dan menumbuhkan semangat bagi warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Sinergi dengan para tokoh agama merupakan dukungan yang sangat berarti bagi keberhasilan program pembinaan di Lapas, " ungkapnya.
Sementara itu, Ustadz Reza Esfan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat dan menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus memperbaiki diri. "Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Jangan pernah menyerah dengan keadaan, karena pintu taubat dan kesempatan memperbaiki diri selalu terbuka. Semoga bantuan sederhana ini dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita di Lapas dalam menjalani pembinaan serta meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, " tuturnya.

















































