Jember - Dalam upaya meningkatkan kewaspadaan di awal musim kemarau sebagai langkah antisipasi adanya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jember menggelar pelatihan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Dalkarhutla) bertempat di Petak 18 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Seputih, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Mayang, Jum’at (19/06/2026).
Kegiatan tersebut diikuti segenap Asper/Kepala KBKPH, segenap Kepala KRPH, segenap personel Polisi Hutan Perhutani Jember, serta hadir pula dalam kegiatan segenap jajaran Manajemen Perhutani Jember, Camat Silo, Kapolsek Mayang beserta anggota, Anggota Koramil 0824/08 Mayang, UPT Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Jember, Perangkat Desa Seputih.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis peserta dalam melakukan pencegahan, deteksi dini, dan penanganan kebakaran hutan dan lahan secara cepat dan efektif.
Administratur Perhutani KPH Jember Eko Teguh Prasetyo melalui Wakil Administratur Jember Selatan Suyono menyampaikan ”Kegiatan pelatihan ini sangat penting sebagai langkah membekali personel dengan teknik pencegahan, penanganan kebakaran dan penanganan pasca kebakaran hutan dan lahan dalam menjaga keamanan kawasan hutan termasuk antisipasi adanya karhutla dalam mendeteksi secara dini serta penanganan awal apabila terindikasi adanya titik api yang dapat menyebabkan karhutla. Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh peserta memiliki keterampilan yang memadai dalam penggunaan peralatan pemadaman, memahami prosedur keselamatan kerja, serta mampu melakukan koordinasi yang baik saat terjadi kebakaran di lapangan, ” ujarnya.
Materi pelatihan meliputi teori mengenai penyebab dan dampak kebakaran hutan dan lahan, teknik pemadaman menggunakan peralatan manual maupun mesin pompa, pembuatan sekat bakar, serta simulasi penanganan kebakaran di lapangan. Peserta juga mendapatkan pembekalan terkait keselamatan kerja dan penggunaan alat pelindung diri (APD).
Pada sesi praktik, peserta melakukan simulasi pemadaman api dengan menggunakan berbagai peralatan, seperti pompa air portabel, selang pemadam, dan alat pemukul api. Simulasi tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman nyata dalam menghadapi situasi darurat kebakaran.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing, sehingga risiko kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan masyarakat, dan kerugian ekonomi akibat karhutla dapat diminimalkan.@Red.

















































