Perhutani Banyuwangi Barat Kompak Bersama LMDH Melati Putih Komsos pada Masyarakat Disekitar Hutan

3 months ago 26

Banyuwangi Barat – Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Melati Putih bersama sama melakukan Komunikasi Sosial (Komsos) kepada masyarakat disekitar hutan di Magersaren Sendang Gapit Petak 31-A2 RPH Sumbermanggis BKPH Glenmore, pada Sabtu (01/11/2025).

Komsos yang dilakukan Perhutani adalah strategi pendekatan sosial yang dilakukan oleh Perum Perhutani dengan masyarakat sekitar hutan untuk membangun hubungan yang harmonis, meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang pengelolaan hutan lestari, serta mendorong kerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Kegiatan ini meliputi penyampaian informasi kebijakan, penyuluhan, pembinaan teknis, dan dialog untuk menciptakan sinergi antara Perhutani dan masyarakat.

Kepala Perhutani (Administratur) KPH Banyuwangi Barat, Muklisin mengatakan bahwa pengelolaan hutan yang dilakukan Perhutani berlandaskan prinsip triple bottom line, yakni menjaga fungsi lingkungan (planet), melibatkan masyarakat yaitu berfungsi sosial (people), dan menciptakan manfaat ekonomi (profit) sebesar besarnya bagi masyarakat serta perusahaan.

“Perhutani berperan dalam kesejahteraan masyarakat diwujudkan melalui program-program seperti agroforestri yang memberikan akses kelola hutan kepada masyarakat, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, serta memberdayakan masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan dalam pengelolaan hutan, ” kata Muklisin.

“Dan yang terpenting peran Perhutani adalah menjaga kelestarian hutan yang menjadi dasar bagi kesejahteraan ekologi dan ekonomi jangka panjang, misalnya melalui pelibatan masyarakat dalam penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan hasil hutan melalui pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan (sustainable), ” ujarnya.

“Pemanfaatan lahan dibawah tegakan bisa dilakukan oleh masyarakat disekitar hutan tentunya melalui mekanisme kerjasama sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga pemanfaatan hutan bisa berjalan punya kekuatan hukum yang sah atau legall, ” pungkasnya.

Joko Prasetyo selaku Ketua LMDH Melati Putih mengatakan bahwa masyrakat disekitar hutan adalah anggota dari LMDH yang merasakan manfaat langsung akan pengelolaan hutan yang dilakukan Perhutani dan pihaknya selama ini sepakat untuk bersama Perhutani bekerjasama dalam kelola hutan lestari yang memberi dampak positif pada masyarakat.

“LMDH adalah pelaksana Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) yang merupakan program pemerintah dengan prinsip kemitraan yang berjiwa berbagi antara Perum Perhutani dan masyarakat desa hutan untuk mengelola hutan secara bersama-sama, ” kata Joko.

“Prinsip ini didasarkan pada konsep pembagian peran dan tanggung jawab dengan tujuan menciptakan keberlanjutan ekonomi, ekologi, dan sosial hutan untuk kemaslahatan bersama, prinsipnya adalah hutan lestari masyarakat sejahtera, ” pungkasnya.

Komsos yang dilakukan Perhutani bersama dengan LMDH kepada masyarakat disekitar hutan tersebut berjalan dengan baik dan penuh keakraban, seorang penyadap getah pinus bernama Pak Sukri mengucapkan terimakasih kepada Perhutani yang telah memberikan pembinaan kepada masyarakat disekitar hutan semoga ini berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

“Hutan yang dikelola Perhutani ini telah memberi manfaat kepada masyarakat, tidak hanya fungsi lingkungan saja yang bisa kami rasakan dengan oksigen yang dihasilkan tapi juga memberi penghidupan bagi kami sebagai penyadap getah, petani hutan (pesanggem) dan masyarakat masih bisa memanfaatkan lahan dibawah tegakan, ” terang Pak Sukri.@Red. 

Read Entire Article
Karya | Politics | | |