Banyuwangi Barat – Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat kawal langsung angkutan getah pinus di Tempat Penimbunan Getah (TPG) Ontobugo petak 36f RPH Wonoasih BKPH Glenmore, yang dilakukan tanpa mengenal waktu oleh Asisten Perhutani (Asper) Glenmore, Mantri Hutan (KRPH) Wonoasih dan Mandor Sadap TPG Ontobugo dalam rangka pencapaian target produksi getah pinus tahun 2025, pada Sabtu (25/10/2025).
Kepala Perhutani (Administratur) KPH Banyuwangi Barat melalui Asper Glenmore, Riski Arif Kurniawan mengatakan bahwa pengawalan produksi getah pinus yang dilakukannya untuk memastikan bahwa produksi getah di TPG Ontobugo tersebut bisa berjalan dengan baik.
“Untuk mencapai target yang diharapkan kita punya kiat khusus untuk merealisasikannya yaitu fokus pada peningkatan produktifitas melalui pembinaan pada penyadap tentang teknik penyadapan yang tepat, " kata Riski.
"Yang kita lakukan tidak berhenti disitu tapi kita juga berikan metode pembayaran dengan baik dan pengawalan produksi getah sampai dengan angkutannya tepat waktu, " pungkasnya.
Penyadap pinus TPG Ontobugo, Pak Sahe mengatakan bahwa selama ini getah yang disetorkan pada pak mandor selalu dibayar tunai sesuai dengan beratnya, bahkan sebelum setor getah dapat kontanan (pinjaman) dari pak mandor.
“Kami sangat menggantungkan perekonimannya pada hasil menyadap pohon pinus untuk diambil getahnya dan disetorkan ke Perhutani melalui Mandor Sadap pak David, " ujar Pak Sahe.
"Kami penyadap TPG Ontobugo bertekad untuk lebih meningkatkan produksi getah pinus karena otomatis akan meningkatkan pendapatan, kita juga akan merawat pohon pinus yang kita sadap karena itu satu satunya ladang penghidupan kami dengan prinsip hutan lestari masyarakat sejahtera, " tegasnya dengan penuh semangat.@Red.







































