JAKARTA — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah menyusun pola pembinaan kapasitas sumber daya manusia (SDM) secara komprehensif guna menjawab tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks serta tuntutan masyarakat yang terus meningkat.
Pembinaan dan pengembangan kompetensi SDM dinilai menjadi faktor krusial dalam meningkatkan kualitas layanan pertanahan dan tata ruang. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, saat Rapat Pembahasan Kebutuhan Peningkatan Kompetensi yang digelar pada Senin (12/1) di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta.
“Untuk memitigasi risiko terkait ketimpangan kompetensi dan pengetahuan, peran pengembangan serta pembinaan SDM sangat dibutuhkan. Kita memiliki pegawai dengan berbagai jabatan, latar belakang pendidikan, dan tugas yang terus bertambah, sementara tuntutan masyarakat terhadap pelayanan juga semakin tinggi, ” ujar Dalu Agung Darmawan.
Berdasarkan data Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Manajemen Risiko (Ortala MR), jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian ATR/BPN saat ini mencapai sekitar 34.000 pegawai, yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Melihat besarnya jumlah SDM tersebut, Sekjen ATR/BPN menekankan pentingnya pembangunan kelembagaan yang dilakukan secara serius, terencana, dan terperinci, dengan mempertimbangkan potensi serta karakteristik setiap pegawai sesuai bidang tugasnya.
“Peran pengembangan SDM sangat penting untuk melihat aktor-aktor di kantor pertanahan. Mulai dari pegawai loket pelayanan dengan karakteristik tertentu, hingga pekerjaan yang bersifat teknis seperti ketatausahaan, semuanya perlu dikaji secara mendalam, ” jelasnya di hadapan peserta rapat yang dihadiri Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Biro Sumber Daya Manusia, serta Biro Ortala dan Manajemen Risiko.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN, Agustyarsyah, menyampaikan bahwa berbagai persoalan organisasi kerap berawal dari permasalahan SDM. Untuk itu, BPSDM terus mendorong pemetaan kompetensi pegawai secara menyeluruh.
Sebagai langkah konkret, BPSDM telah membentuk assessment center yang bertujuan menyusun profil pegawai sekaligus menyediakan berbagai program pelatihan, baik di bidang manajerial maupun teknis.
“Pada Mei 2026, kami menyiapkan project kantor model untuk tiga kantor pertanahan. Harapannya, model ini dapat menjadi contoh bagi ratusan kantor pertanahan lainnya. Kita sudah memetakan kondisi, profil pegawai, serta jenis pelatihan yang dibutuhkan, ” ungkap Agustyarsyah.
Melalui pembinaan kapasitas SDM yang terarah dan berkelanjutan, Kementerian ATR/BPN berharap kualitas pelayanan pertanahan dan tata ruang dapat semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.




































:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,598,20,0)/kly-media-production/medias/4849524/original/085214000_1717171762-19_WhatsApp_Image_2024-05-31_at_22.15.20__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382095/original/065022200_1760528961-nova_arianto.jpg)

