SOLOK — Pemerintah Kabupaten Solok menggelar Rapat Persiapan Groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Barat yang berlangsung di Ruang Rapat Setda Kabupaten Solok, pada Selasa (13/1). Rapat ini menjadi langkah strategis dalam percepatan pemulihan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi.
Rapat dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Deslirizaldi, SP., MP, dan dihadiri oleh Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Kementerian Pertanian RI Dr. Tedy Dirhamsyah, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Prof. Ir. I Gusti Made Subiksa, Direktur Polbangtan Malang Setya Budhi Udrayana (Uud), Wakil Direktur II Polbangtan Malang Dr. Ir. Andi Warnaen, Asisten II Setda Kabupaten Solok Jefrizal, S.Pi., MT, unsur Forkopimda, serta jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Solok.
Dalam sambutannya mewakili Bupati Solok, Wakil Bupati H. Candra, S.H.I menyampaikan bahwa Groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana Hidrometeorologi dijadwalkan akan dilaksanakan pada Kamis (15/01/2026) dan direncanakan dibuka langsung oleh Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Pusat dan Daerah dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Solok.
Wabup Candra menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok sebelumnya telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi sebanyak tiga kali. Berkat koordinasi intensif hingga tingkat kecamatan dan nagari, masyarakat di kawasan rawan bencana, terutama di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS), berhasil dievakuasi dengan baik sehingga bencana banjir tidak menimbulkan korban jiwa maupun orang hilang.
“Saat ini, Pemerintah Kabupaten Solok telah memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Kabupaten Solok bahkan dinilai sebagai salah satu yang terbaik secara nasional dan direkomendasikan oleh BNPB sebagai rujukan bagi daerah terdampak lainnya, ” ungkap Wabup.
Sebanyak 550 hektare lahan sawah telah ditetapkan sebagai sasaran pemulihan dan akan segera direhabilitasi. Wabup Candra berharap kegiatan groundbreaking ini dapat dihadiri oleh kabupaten/kota terdampak lainnya di Sumatera Barat dan menjadi momentum penting dalam mempercepat pemulihan ketahanan pangan daerah.
Sementara itu, Kepala Puslatan Kementerian Pertanian RI, Dr. Tedy Dirhamsyah, menjelaskan bahwa kegiatan rehabilitasi ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 1355 dan 383 Tahun 2025 tentang Satuan Tugas Tanggap Bencana dan Penyediaan Pangan untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ia menegaskan bahwa sesuai arahan Menteri Pertanian, pelaksanaan kegiatan lebih menitikberatkan pada aksi nyata di lapangan dibandingkan aspek seremonial.
“Rehabilitasi lahan sawah akan dilakukan secara serentak di 14 kabupaten/kota di Sumatera Barat, dengan fokus pada lokasi-lokasi yang telah diusulkan oleh pemerintah daerah. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sektor pertanian sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan pascabencana, ” jelasnya.
Melalui rapat persiapan ini, seluruh pihak menyatakan komitmen bersama untuk memastikan pelaksanaan rehabilitasi lahan sawah berjalan efektif, terkoordinasi, dan memberikan manfaat langsung bagi petani serta masyarakat Sumatera Barat.




































:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,598,20,0)/kly-media-production/medias/4849524/original/085214000_1717171762-19_WhatsApp_Image_2024-05-31_at_22.15.20__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382095/original/065022200_1760528961-nova_arianto.jpg)

