SEMARANG - Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., menegaskan pentingnya peningkatan militansi, profesionalisme, dan kesiapan operasional prajurit dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan paparan kesiapan latihan dan pengawasan operasi satuan jajaran Kodam IV/Diponegoro yang digelar di Ruang Rapat Makodam IV/Diponegoro, Semarang, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Kodam IV/Diponegoro dalam memastikan seluruh program pembinaan satuan, latihan, hingga kesiapan satuan tugas berjalan secara terukur, terarah, dan sesuai standar operasional TNI AD.
Paparan diawali oleh Asisten Operasi (Asops) Kasdam IV/Diponegoro Kolonel Inf Mahmud, S.I.P., yang memaparkan rencana penyelenggaraan Lomba Peleton Tangkas (Ton Tangkas) Periode II Tahun 2026. Kompetisi tersebut menjadi instrumen penting untuk mengukur hasil pembinaan satuan sekaligus menguji kemampuan dasar keprajuritan secara menyeluruh.
"Lomba Ton Tangkas bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi tolok ukur objektif untuk mengetahui tingkat kesiapan dan profesionalisme prajurit dalam melaksanakan tugas di lapangan, " ungkap Kolonel Mahmud dalam paparannya.
Selain membahas kesiapan latihan, Kodam IV/Diponegoro juga memberikan perhatian khusus terhadap pengawasan satuan yang akan melaksanakan penugasan operasi. Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan rencana Pengendalian dan Pengawasan Operasi (Dalwasops) terhadap Satgas Yonif 403/Wirasada Pratista dan Satgas Yonif 410/Alugoro.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan seluruh tahapan penyiapan personel berjalan optimal, mulai dari pembinaan pra-tugas, kesiapan fisik dan mental, hingga kemampuan taktis yang dibutuhkan saat bertugas di daerah operasi.
Menurut Pangdam, pengawasan yang ketat merupakan bagian penting dalam menjamin keberhasilan misi sekaligus menjaga keselamatan personel yang akan diterjunkan.
"Setiap prajurit yang berangkat melaksanakan tugas operasi harus memiliki kesiapan yang matang, baik dari aspek mental, fisik, maupun kemampuan tempur. Karena itu, proses pengawasan dan evaluasi harus dilakukan secara maksimal, " tegas Mayjen TNI Achiruddin.
Pada sesi berikutnya, Komandan Korem 074/Warastratama Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira, S.I.P., M.I.Pol., M.Han., memaparkan Rencana Garis Besar (RGB) Latihan Posko I Kodim 0726/Wonogiri.
Latihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan aparat komando kewilayahan, khususnya unsur komandan dan staf, dalam menjalankan fungsi manajemen operasi teritorial serta pengambilan keputusan secara cepat dan tepat saat menghadapi berbagai dinamika wilayah.
Melalui latihan Posko I, para peserta akan mengasah kemampuan koordinasi, komunikasi, hubungan komandan dan staf, hingga pengendalian operasi dalam berbagai skenario kontingensi yang berpotensi terjadi di wilayah binaan.
Dalam arahannya, Pangdam IV/Diponegoro menekankan pentingnya menyelaraskan setiap perencanaan latihan dengan perkembangan tantangan tugas di masa mendatang. Menurutnya, validitas data, inovasi metode latihan, dan pengawasan yang berkelanjutan menjadi faktor utama dalam membentuk prajurit yang tangguh dan siap menghadapi berbagai situasi.
"Profesionalisme prajurit tidak lahir secara instan. Dibutuhkan pembinaan yang berkesinambungan, latihan yang realistis, serta pengawasan yang ketat agar setiap personel mampu menjalankan tugas secara optimal, " ujar Pangdam.
Melalui berbagai program latihan dan evaluasi tersebut, Kodam IV/Diponegoro berupaya mencetak prajurit yang profesional, responsif, adaptif, dan memiliki militansi tinggi guna mendukung keberhasilan tugas pokok TNI Angkatan Darat dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(Agung)

















































