Operasi SAR Longsor Cibeunying: Hari Keempat Diperketat

2 months ago 18

CILACAP - Operasi pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, memasuki hari keempat pada Minggu, 16 November 2025, dengan intensitas kegiatan yang semakin tinggi. Tim SAR gabungan fokus memperdalam pencarian di sektor A2 dan A3, memanfaatkan pola timbunan sebelumnya dan penandaan dari unit K9. Kondisi cuaca yang cerah mendukung perluasan area galian, namun kewaspadaan terhadap pergerakan tanah lereng tetap menjadi prioritas utama. Tim Polri memulai hari dengan evaluasi bersama BPBD dan Basarnas, merumuskan jalur masuk aman, pembagian personel, dan penempatan titik kontrol.

Di sektor A2, area penemuan dua jenazah dan dua body part sebelumnya menjadi acuan untuk memprediksi sebaran material longsor. Sementara itu, sektor A3 mendapat tambahan personel untuk menangani pola timbunan berlapis yang membutuhkan kerja manual lebih berat.

Pelayanan kesehatan terus diperkuat di dua titik: RSUD Majenang sebagai pusat rujukan dan pos pelayanan kesehatan lapangan. Di RSUD Majenang, korban luka mendapatkan pemeriksaan lanjutan, termasuk penanganan cedera ekstremitas, luka sobek, dan inhalasi debu. Di posko lapangan, petugas memberikan perawatan cepat untuk kelelahan, syok ringan, hipotermia, dan serangan panik. Personel khusus ditugaskan mengawal lansia dan anak-anak yang stres akibat perubahan lingkungan pengungsian. Jalur pasien dibagi menjadi tiga untuk efisiensi: pemeriksaan cepat, tindakan ringan, dan rujukan langsung.

Program trauma healing diperluas dengan pengerahan 15 personel Tim Trauma Healing Ro SDM Polda Jateng, dibantu konselor Polresta Cilacap dan relawan psikososial. Tim ini mendekati keluarga korban di RSUD Majenang dan melakukan pendekatan dari tenda ke tenda untuk memetakan kondisi emosional warga selamat, terutama mereka yang menunjukkan tanda tekanan psikologis namun enggan bercerita. Anak-anak mendapatkan pendampingan melalui permainan terarah dan sesi mewarnai. Hingga malam sebelumnya, 48 warga telah menerima layanan aktif, dan beberapa keluarga menjalani konseling lanjutan.

Sebanyak 155 personel Polri—125 dari Polresta Cilacap dan 30 dari Brimob—bekerja dalam pola bergilir untuk menjaga stamina. Empat anjing pelacak dari Polda Jateng, Polresta Banyumas, dan Polres Temanggung terus membantu menandai titik-titik potensi korban tertimbun. Tim teknis Polri memasang patok penanda dan melakukan penggalian manual di setiap temuan K9. Alat pemantau retakan tanah sederhana juga dipasang di beberapa titik. Anggota Sabhara dan Lantas mengatur arus kendaraan bantuan, sementara anggota lain membersihkan semak dan kayu yang menghalangi jalur SAR.

Hingga saat ini, sembilan korban telah ditemukan dan seluruhnya teridentifikasi oleh Tim DVI. Dari 20 warga yang dinyatakan hilang, 11 masih dalam pencarian. Upaya pencarian semakin terarah berdasarkan temuan dan analisis struktur longsoran. Tim DVI siap memproses temuan baru. Pelayanan kesehatan dan pemulihan psikologis di titik pengungsian terus dilakukan tanpa henti.

Kapolresta Cilacap menyampaikan belasungkawa mendalam dan memastikan Polri akan terus bekerja sama dengan BPBD, Basarnas, TNI, dan relawan hingga seluruh korban ditemukan. Masyarakat diimbau tetap tenang, menjauhi area rawan runtuhan, dan mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama.

(Berry)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |