Oknum Pangulu Nagori Landbouw Dituding Tipu Warga dan Didesak Kembalikan Uang Rp 4,5 Juta

2 months ago 9

SIMALUNGUN - Seorang pria berprofesi sebagai petani mengaku kecewa terhadap prilaku oknum Pangulu Nagori Landbouw Haidir Jailani dan Ucok Gadong Saragih nama pria itu, menuntut uangnya senilai Rp 4.550.000, - dikembalikan.

Kalangan warga mengungkapkan kekesalan terhadap prilaku Haidir Jailani. Kini, jadi gunjingan warga di Bombongan, Huta 4, Nagori Bandar Rakyat, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Rabu (10/12/2025), sekira pukul 09.00 WIB.

"Sebulan yang lalu, dia (Haidir Jailani; red) datang ke rumah saya dan menerima pembayaran pupuk yang kami pesan, " ungkap Ucok kesal.

Menurutnya, setiap kali dihubungi jawabannya memastikan kedatangan pupuk dan pupuk senilai Rp 130.000, - / zak, dengan rincian, pupuk bersubsidi yang dipesan sebanyak 35 zak. Selanjutnya, rincian pupuk 20 zak jenis Urea dan 15 zak jenis Phonska tak kunjung datang.

"Sejumlah orang yang menitipkan uang beli pupuk itu dan tanaman kami hingga saat ini tidak dipupuk. Sekarang ini nomor kontak si Haidir tidak aktif lagi, " ujar Ucok.

Selanjutnya, Ucok menyampaikan, tak menyangka prilaku oknum Pangulu Nagori Landbouw tega menipu. Selanjutnya, Ia sangat kesal dan mendesak agar oknum Pangulu tersebut beritikad baik untuk segera mengembalikan uangnya.

"Kami kira selaku Pangulu Nagori Landbouw si Haidir itu layak dipercaya dan kami sangat menyesali hal ini. Tolonglah, uang kami segera dikembalikan, " tandas Ucok.

Terpisah, hingga rilis berita ini dilansir ke publik, Oknum Pangulu Nagori Landbouw Haidir Jailani belum dapat dikonfirmasi terkait warga menuntut uangnya dikembalikan.

Saat nomor kontak +62 822-6399-XXXX oknum Pangulu Nagori Landbouw Haidir Jailani dihubungi tidak aktif dan saat datang ke Kantornya tidak dapat ditemui.

Sebelum diberitakan,
Menurut keterangan warga, oknum Pangulu HJ mengaku dapat membantu pengadaan pupuk di Bombongan, Huta 4, Nagori Pematang Kerasaan Rejo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Selasa (09/12/2025), sekira pukul 09.00 WIB.

"Warga mempercayai oknum HJ dan sembari menyerahkan sejumlah uang, memesan pupuk melalui oknum Pangulu Nagori Landbouw, " ungkap Damanik.

Selanjutnya, Damanik mengungkapkan, sosok HJ sempat menjadi sorotan media akibat penolakan masyarakat tentang realisasi dan pertanggungjawaban Dana Desa dan satu unit sepeda motor operasionalnya berplat merah digadaikan.

"Masyarakat mencibir oknum HJ dan menolak pertanggung jawaban pengelolaan Dana Desa. Parahnya, sepeda motor dinasnya digadaikan ke rentenir dan ditebus setelah setahun lamanya, " beber Damanik.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |