Ngaku Intel Kejati Sumut, Oknum ASN Kejari Sergai Diduga Tipu Korban Puluhan Juta Rupiah

1 month ago 18

MEDAN - Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial BF yang mengaku sebagai intel Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) diduga melakukan penipuan dengan modus menawarkan pekerjaan di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sumatera Utara.

Perkenalan awal terjadi ketika BF meyakinkan korban bahwa dirinya memiliki akses dan kewenangan untuk “mengamankan” serta mempermudah proses memperoleh pekerjaan di instansi pemerintahan. Ia menjanjikan pekerjaan ke kontraktor dengan syarat korban menyerahkan sejumlah uang, yang disebut-sebut akan disetorkan ke Kejati Sumut sebagai bentuk pengamanan.

Tergiur dengan janji tersebut, korban akhirnya menyerahkan uang sekitar Rp68.000.000 secara bertahap, baik melalui transfer ke rekening BCA atas nama BF,  maupun secara tunai.

"Total kerugian saya sekitar 68 juta rupiah. Itu saya berikan bertahap, ada uang kontan dan via transfer ke Bank BCA, " ucap SU pada awak media, Selasa (23/12/2025) siang.

Namun seiring berjalannya waktu, pekerjaan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi. BF terus memberikan alasan, salah satunya dengan menyebut bahwa proses masih menunggu pelantikan pejabat terkait, termasuk jabatan direktur di PDAM Tirtanadi Sumut.

Hingga November, tidak ada kejelasan apa pun. Merasa dirugikan, korban akhirnya meminta agar uang yang telah diserahkan dikembalikan. BF sempat berjanji akan mengembalikan dana tersebut dan bahkan membuat kwitansi titipan uang dengan jatuh tempo 15 Desember 2025.

Namun hingga waktu yang disepakati, uang tersebut belum juga dikembalikan. Lebih parah lagi, nomor telepon yang biasa digunakan BF kini sudah tidak aktif, sehingga korban kesulitan melakukan komunikasi.

Kasus ini diduga kuat sebagai modus penipuan dengan mencatut nama institusi Kejaksaan, dan korban berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti kejadian ini agar tidak ada korban lainnya.

Setelah diselidiki, BF sekarang bertugas di Kejari Serdang Bedagai.

Terpisah, awak media mencoba meminta klarifikasi terkait dugaan iming - iming pekerjaan yang ditawarkan BF kepada kontraktor SU. Namun, sampai berita ini ditayangkan belum mendapatkan tanggapan resmi dari BF.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |