Mudik Aman dan Lancar, One Way Nasional Diberlakukan dari Km 70

6 hours ago 8

Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah dari arah Jakarta, Sumatera, dan Banten menuju wilayah timur seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur terus mengalami peningkatan pada sore hari ini. Berdasarkan data traffic counting di kilometer 29, volume kendaraan tercatat masih berada di angka 3.900-an kendaraan, setelah sebelumnya sempat mencapai puncak tertinggi di angka 4.412 kendaraan pada pukul 07.00 hingga 08.00 WIB.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa setelah mengalami penurunan di kisaran 2.000 hingga 3.000 kendaraan, volume lalu lintas kembali meningkat pada sore hari. Meski demikian, kondisi tersebut masih dinilai cukup terkendali dan belum memerlukan penerapan contraflow di kilometer 48 hingga 50.                      

Kabid Humas menyebutkan bahwa kapasitas jalur masih mampu menampung volume kendaraan yang ada.

"Namun demikian, sebagai langkah antisipasi kepadatan yang lebih besar ke arah timur, petugas telah memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way nasional yang dimulai dari kilometer 70 menuju wilayah Jawa Tengah. Kebijakan ini diambil guna memperlancar arus kendaraan pemudik yang terus bergerak ke arah timur Pulau Jawa." ungkap Kombes Hendra, Selasa (17/3/2026)

Dalam pelaksanaannya, petugas Patroli Jalan Raya (PJR) mengawal kendaraan dengan kecepatan berkisar antara 70 hingga 80 km/jam di bagian depan. Meski di bagian belakang kendaraan cenderung melaju lebih cepat, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kecepatan demi menghindari risiko kecelakaan lalu lintas yang dapat berakibat fatal.

Di sisi lain, dampak penerapan one way juga dirasakan pada jalur arteri, khususnya di kawasan Pantura. Kendaraan berat seperti truk dialihkan ke jalur tersebut, sehingga meningkatkan potensi kepadatan dan risiko bagi pengguna jalan, terutama pengendara roda dua. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk selalu menjaga jarak aman, khususnya saat berada di dekat kendaraan besar guna menghindari potensi kecelakaan seperti rem blong.

Petugas kepolisian juga terus melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di jalur arteri, mulai dari wilayah Karawang hingga Cirebon, termasuk jalur menuju Tasikmalaya dan Ciamis. Sejumlah rekayasa lalu lintas tambahan seperti one way sepenggal juga disiapkan untuk mengurai kepadatan di titik-titik tertentu.

Selain itu, kepadatan di jalur arteri juga dipengaruhi oleh adanya perlintasan kereta api yang menyebabkan penutupan jalan sementara. Kondisi ini kerap menimbulkan antrean kendaraan hingga sekitar 15 menit. 

Masyarakat diimbau untuk bersabar, karena kepadatan tersebut bukan disebabkan oleh kemacetan biasa, melainkan faktor operasional perlintasan kereta api.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pihak kepolisian terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama arus mudik berlangsung. Ia mengimbau para pemudik untuk selalu mematuhi arahan petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan dalam berkendara.

“Kami mengingatkan kepada seluruh pemudik agar tetap berhati-hati, menjaga kecepatan, serta mematuhi aturan lalu lintas. Keselamatan adalah yang utama agar seluruh masyarakat dapat sampai ke kampung halaman dengan selamat dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga dengan penuh kebahagiaan, ” ujarnya.

Pihak kepolisian berharap seluruh rangkaian arus mudik tahun ini dapat berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif, sehingga masyarakat dapat merasakan perjalanan yang nyaman hingga tiba di tujuan masing - masing.

Bandung, 17 maret 2026

Dikeluarkan Oleh Bidhumas Polda Jabar

Read Entire Article
Karya | Politics | | |