
Surakarta - Dalam rangka memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal, Rutan Kelas I Surakarta menggelar technical meeting bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Dinadi, serta sejumlah mitra kerja terkait, Kamis (06/08). Pertemuan tersebut dilaksanakan sebagai langkah pemantapan menjelang pelaksanaan Pagelaran Seni dan Budaya yang akan digelar pada pekan depan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi untuk menyatukan persepsi seluruh pihak yang terlibat demi menghadirkan penampilan terbaik.
Berbagai aspek teknis menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut, mulai dari kesiapan properti pertunjukan, dekorasi panggung, alur pelaksanaan acara, hingga kesiapan petugas dan warga binaan yang akan terlibat sebagai penampil. Selain itu, masing-masing pihak juga menyampaikan progres persiapan sesuai bidangnya guna memastikan seluruh kebutuhan dapat terpenuhi sebelum hari pelaksanaan.
Pagelaran seni dan budaya ini nantinya akan menghadirkan kolaborasi yang harmonis antara warga binaan Rutan Surakarta, Institut Seni Indonesia Surakarta, Dinadi, serta para mitra kerja. Beragam pertunjukan seni dan budaya akan ditampilkan sebagai wujud hasil pembinaan yang tidak hanya mengembangkan keterampilan dan kreativitas warga binaan, tetapi juga menjadi media untuk menumbuhkan rasa percaya diri, semangat kebangsaan, serta mempererat sinergi antara Rutan Surakarta dengan berbagai elemen masyarakat.
Kepala Rutan Kelas I Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan, menegaskan bahwa technical meeting ini merupakan tahapan penting untuk memastikan seluruh unsur yang terlibat memiliki pemahaman dan tujuan yang sama. “Kami ingin memastikan seluruh persiapan, baik dari sisi petugas, warga binaan, properti, maupun teknis panggung, benar-benar matang sehingga pagelaran seni dan budaya pekan depan dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan kesan terbaik. Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi yang positif sekaligus wujud semangat kemerdekaan, bahwa pembinaan melalui seni dan budaya mampu menghadirkan harapan, kreativitas, serta perubahan perilaku yang lebih baik bagi warga binaan, ” ujar Karutan Surakarta.


















































