BANYUMAS - Dengan semangat ikhtiar dan doa, MAN 2 Banyumas terus menapaki langkah serius menyiapkan generasi tangguh, berilmu, dan berakhlak. Sebanyak 618 peserta didik kelas XII mengikuti Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) Nasional berbasis komputer, mulai Senin hingga Kamis, 27–30 Oktober 2025, sebagai bagian dari persiapan menuju Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.
Kegiatan yang terselenggara melalui laman resmi Kemendikdasmen ini menjadi momentum penting dalam membentuk kesiapan akademik dan mental peserta didik. Kepala MAN 2 Banyumas, H. Muhamad Siswanto, M.Pd.I., menegaskan bahwa simulasi bukan sekadar latihan soal, tetapi latihan adaptasi dan ketahanan menghadapi tekanan ujian sesungguhnya.

“Empat hari penuh kami latih mereka untuk terbiasa dengan sistem, durasi, dan dinamika ujian. Kami ingin saat TKA nanti, anak-anak sudah tenang, siap secara teknis dan mental, ” ungkap Siswanto di sela pemantauan di Laboratorium Komputer.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa madrasah juga melakukan simulasi mandiri bersama mitra Edubrand dan Quipper, serta mengintensifkan bimbingan TKA sebagai wujud kesungguhan dalam mengusung tagline “MAN 2 Banyumas: Siap Kuliah, Siap Kerja.
Salah satu peserta, Shiffa Luthfianie Ibrahim (XII Riset), mengaku merasakan manfaat besar dari kegiatan ini.
“Simulasi ini membantu kami memahami sistem aplikasi dan tekanan waktu ujian. Insya Allah saat TKA nanti, kami bisa lebih fokus dan siap meraih hasil terbaik, ” tutur Shiffa penuh semangat.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, M. Irfangi, M.Pd., menambahkan bahwa pelaksanaan simulasi berlangsung tertib dan lancar di empat ruang laboratorium komputer dengan dukungan penuh tim teknis.
“Ujiannya mencakup Mata Uji Wajib, Literasi Bahasa Indonesia, Penalaran Matematika, dan Literasi Bahasa Inggris, serta Mata Uji Pilihan seperti Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Sejarah, Ekonomi, Sosiologi, Geografi, dan Pancasila, ” jelasnya.
Hasil simulasi nantinya akan dievaluasi secara diagnostik untuk memetakan capaian akademik tiap siswa, menyusun program pengayaan dan remedial, serta memberikan konsultasi jurusan perguruan tinggi yang sesuai kemampuan.
“Ini bukan sekadar ujian, tapi perjalanan menuju masa depan. Kami ingin setiap siswa MAN 2 Banyumas melangkah mantap, membawa ilmu, iman, dan harapan, ” pungkas Irfangi.
(Humas.Mufi/YF2DOI)




































:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,598,20,0)/kly-media-production/medias/4849524/original/085214000_1717171762-19_WhatsApp_Image_2024-05-31_at_22.15.20__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382095/original/065022200_1760528961-nova_arianto.jpg)

