PUNCAK JAYA - Di tengah sejuknya udara pegunungan Papua, sebuah pemandangan sederhana namun sarat makna terlihat di Kampung Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya, Minggu (21/6/2026). Prajurit TNI dan masyarakat setempat duduk bersama menikmati hidangan di atas hamparan daun pisang panjang yang dijadikan alas makan bersama.
Tak ada kursi kehormatan, tak ada sekat jabatan. Semua duduk sejajar, berbagi makanan, cerita, dan tawa dalam suasana penuh kehangatan. Momen tersebut menjadi gambaran nyata eratnya hubungan antara aparat TNI dan masyarakat yang selama ini terjalin di wilayah pedalaman Papua.
Kegiatan makan bersama itu diikuti oleh personel Pos TK Mewoluk bersama warga dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga anak-anak. Kebersamaan yang tercipta memperlihatkan hubungan yang tidak hanya dibangun melalui tugas pengamanan, tetapi juga melalui pendekatan kemanusiaan dan kekeluargaan.
Kepala Kampung Medeles mengatakan kehadiran personel TNI selama ini telah memberikan rasa aman sekaligus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
"Kami merasa senang karena bapak-bapak TNI selalu hadir bersama masyarakat. Mereka tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut berbagi kebahagiaan dengan warga dan anak-anak di kampung ini. Hubungan yang terjalin sudah seperti keluarga, " ujar Kepala Kampung Medeles.
Selain makan bersama, prajurit TNI juga membagikan makanan ringan kepada anak-anak yang berkumpul di lokasi kegiatan. Suasana penuh kegembiraan terlihat saat anak-anak dengan tertib menerima jajanan yang dibagikan. Senyum bahagia mereka menjadi warna tersendiri dalam kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh makna tersebut.
Di sisi lain, para orang tua tampak menikmati momen kebersamaan itu sambil berbincang santai dengan anggota TNI. Kehangatan yang terbangun mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran aparat negara di wilayah tersebut.
Komandan TK Mewoluk, Kapten Inf Ajidin, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat Papua.
"Kami ingin terus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam tugas pengamanan wilayah, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang mampu memperkuat kebersamaan. Makan bersama di atas daun pisang ini menjadi simbol bahwa TNI dan rakyat tidak memiliki jarak. Kami adalah bagian dari masyarakat dan siap membantu kapan pun dibutuhkan, " kata Kapten Ajidin.
Menurutnya, pendekatan humanis menjadi salah satu kunci penting dalam menciptakan stabilitas keamanan dan kedamaian di Papua. Dengan membangun komunikasi yang baik dan kedekatan emosional, berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui dialog dan kebersamaan.
Tradisi makan bersama menggunakan alas daun pisang yang dilakukan di Kampung Mewoluk bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, tradisi tersebut menjadi simbol persaudaraan, kesetaraan, dan semangat gotong royong yang terus dijaga antara TNI dan masyarakat.
Di balik hamparan daun pisang yang sederhana, tersimpan pesan kuat tentang harmoni dan harapan. Bahwa kedamaian Papua dapat terus tumbuh melalui kebersamaan, saling menghormati, dan rasa percaya yang dibangun dari hati ke hati.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban, menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tetap menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas serta mempercepat pembangunan di wilayah Papua.
(PERS)

















































