CIANJUR - Suasana haru sekaligus lega terpancar dari wajah 947 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Munjul, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, pada Minggu (21/6/2026). Mereka akhirnya menerima hak atas Bantuan Pangan (Banpang) untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026, sebuah momen yang dinanti penuh harap. Di tengah keramaian, sosok Serka Adhista Y.P., Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 0608-01/kota, tampak sigap mengawal setiap tahapan distribusi yang terpusat di Gudang Kopdes Merah Putih.
Kehadiran Serka Adhista bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah jaminan bahwa bantuan pemerintah ini benar-benar sampai ke tangan yang seharusnya. Bayangkan saja, 1.894 karung beras masing-masing 10 kg, ditambah jatah minyak goreng 4 liter per penerima, adalah amanah besar yang harus dijaga ketat. Ia merasakan langsung betapa pentingnya peran TNI dalam memastikan setiap butir beras dan setiap liter minyak goreng tersalurkan tanpa cela.
Sistem pendistribusian kali ini terasa lebih modern dan efisien. Teknologi berbasis barcode diterapkan untuk meminimalisir potensi kekeliruan, sebuah langkah cerdas yang membuat setiap penerima harus melakukan verifikasi data secara digital. Serka Adhista pun tak ragu turun tangan, mendampingi warga, dan dengan sabar mengatur jalannya antrean. Ia berupaya keras agar proses pemindaian kartu berjalan lancar, menghindari penumpukan massa yang bisa menimbulkan kekhawatiran di tengah situasi apa pun.
“Monitoring ini penting dilakukan agar antrean warga tetap tertib dan bantuan tersalurkan secara merata sesuai data yang ada. Kami ingin memastikan hak-hak masyarakat tersampaikan dengan utuh dan tanpa hambatan, ” kata Serka Adhista Y.P., menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.
Perasaan bangga membuncah di hati Serka Adhista melihat seluruh rangkaian acara berjalan tertib hingga tuntas. Kerja sama apik antara Babinsa, petugas gudang, perangkat desa, dan terutama kesadaran tinggi dari para warga penerima manfaat, menjadi kunci sukses kelancaran distribusi bantuan pangan ini. Sebuah bukti nyata bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat adalah pondasi terkuat bagi terwujudnya pelayanan publik yang aman dan lancar.

















































