JAMBI - Kabar membanggakan masyarakat Jambi datang seorang siswi SMA Negeri 2, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Qurrota A’yun Nur Ramadhani namanya.
Siswi asal pedesaan yang aktif menyuarakan penyelamatan lingkungan pelajar peduli lingkungan tersebut, diterima melanjutkan pendidikan di Fakultas Teknik Sipil Universitas Indonesia (UI), melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.
Rasa bangga tersebut antara lain disampaikan Kepala SMA Negeri 2 Tebo Mulyadi. Mulyadi berharap prestasi Qurrota A’yun Ramadhani bisa menular dan menyemangati generasi muda dan pelajar di Kabupaten Tebo, Jambi.
“Kami sangat bangga atas keberhasilan A’yun. Ia tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan yang kuat. Semoga ini menjadi inspirasi dan juga harapan bagi siswa lainnya, ” beber Mulyadi.

Ditegaskan Mulyadi, prestasi siswi asal Unit I Rombo Bujang, Tebo itu membuktikan dengan kemauan kuat siswa, serta bimbingan guru dan dukungan orangtua, para pelajar yang berada di pedesaan memiliki kesempatan sama untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi terbaik.
Selain capaian prestasi akademik yang bagus, Qurrota A’yun Ramadhani dikenal aktif menyuarakan isu lingkungan. Tidak hanya di dalam negeri, dengan kemampuan berbahasa Inggris yang mumpuni, ia bahkan pernah berpartisipasi dalam forum internasional Conference of the Parties (COP29) di Baku, Azerbaijan, tahun 2024 lalu. Keterlibatannya dalam forum global tersebut memperkuat komitmennya terhadap isu perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.
Untuk diketahui, di daerah Rimbo Bujang, Tebo, Qurrota A’yun bersama teman-temannya aktif sebagai bagian dari Rivera Alternative School (RIVALS) yang bertempat di ekowisata Rivera Park.
Melalui komunitas ini, ia menginisiasi kajian dan diskusi dan bertindak mengenai pemulihan sungai, ikan serta pengembangan tanaman endemik sebagai langkah mitigasi perubahan iklim. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda.

Selain itu, bersama kelompok teman sevisi, Qurrota A’yun gemar mengembangkan konstruksi berbasis bahan dari lingkungan sekitar. Seperti dari bahan bambu, kelapa dan kayu karet yang ramah lingkungan, terjangkau, dan mudah diakses oleh masyarakat pedesaan. Inovasi ini tidak hanya menawarkan alternatif bahan bangunan yang berkelanjutan, tetapi juga menghadirkan nilai estetika tradisi yang mulai hilang.
“Alhamdulillah, atas izin Allah, doa keluarga dan dukungan bimbingan para guru, saya bisa menimba ilmu lanjutan di Universitas Indonesia, ” ungkap Qurrota A’yun Ramadhani dengan nada penuh syukur.
Ia berharap kesempatan belajar di Universitas Indonesia berdayaguna untuk memperdalam ilmu teknik sipil. Khususnya dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan serta mengurangi ketimpangan pembangunan antara pedesaan dan perkotaan yang selama ini belum sepenuhnya berpihak pada masyarakat.(Sp)
































