Lantunan Qiraat Murattal Mengisi Hari Kedua MTQN XLI di Masjid Tangah Jua

1 month ago 30

Bukittinggi – Masjid Tangah Jua, Gang Tomat, Kota Bukittinggi, kembali dipenuhi lantunan ayat suci Al-Qur’an pada hari kedua pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-41 Tingkat Provinsi Sumatera Barat, Senin (15/12/2025). Di venue ini, cabang lomba Qiraat Murattal untuk kategori dewasa dan remaja putra serta putri masih berlangsung dalam babak penyisihan.

Sejak pagi, para peserta tampil bergiliran dengan karakter bacaan masing-masing. Suasana masjid terasa khidmat, ketika setiap ayat dilantunkan dengan tartil dan penuh kehati-hatian. Sejumlah warga sekitar dan pendamping kafilah tampak setia menyimak, sesekali memejamkan mata, larut dalam alunan bacaan yang menenangkan.

Ketua Panitera Venue Masjid Tangah Jua, Fatmawati, menjelaskan bahwa perlombaan di venue tersebut masih akan berlanjut hingga Rabu mendatang. Hingga hari kedua, jumlah peserta yang telah tampil terdiri dari 10 orang kategori remaja, masing-masing 5 putra dan 5 putri. Sementara untuk kategori dewasa, diikuti oleh 9 peserta, dengan rincian 5 putra dan 4 putri.

“Masih tahap penyisihan. Peserta datang dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat, masing-masing membawa kesiapan terbaiknya, ” ujar Fatmawati.

Ia menambahkan, cabang Qiraat Murattal menuntut ketepatan tajwid, makhraj, serta kestabilan irama dari awal hingga akhir bacaan. Kesalahan kecil dapat memengaruhi penilaian, sehingga konsentrasi dan ketenangan menjadi kunci utama.

Bagi para peserta, khususnya kalangan remaja, tampil di MTQN tingkat provinsi merupakan pengalaman berharga. Di balik busana sederhana dan wajah yang tampak tegang, tersimpan doa serta harapan agar setiap ayat yang dibaca mampu mengalir lancar hingga akhir. Tak sedikit dari mereka yang mengaku telah mempersiapkan diri selama berbulan-bulan, berlatih bersama guru dan orang tua di daerah masing-masing.

Pelaksanaan lomba di Masjid Tangah Jua berjalan tertib dan lancar. Panitia memastikan seluruh rangkaian kegiatan sesuai jadwal, sembari tetap menjaga suasana masjid sebagai tempat ibadah. Hingga babak penyisihan berakhir, venue ini terus menjadi saksi lahirnya qari dan qariah terbaik Sumatera Barat, yang tak hanya unggul dalam teknik membaca, tetapi juga mampu menghadirkan ketenangan bagi siapa pun yang mendengarkannya.(Lindafang)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |