MOROWALI, Indonesiasatu.id - Kegelapan yang menyelimuti area pemukiman warga Desa Lanona Trans, Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, sudah memasuki hari kedua. Mulai dari Senin siang (8/12) hingga Selasa pagi (9/12) sore, listrik yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat belum juga menyala – dan yang lebih menyakitkan hati, penyebab pemadaman masih menjadi teka-teki, sementara pihak PLN ULP Bungku tampak cuek dan tak responsif terhadap keluhan ratusan warga.
Aktivitas sehari-hari warga yang bergantung penuh pada listrik semuanya terganggu parah. Pedagang yang berjualan di warung kecil terpaksa menutup lebih awal karena tak ada cahaya dan listrik untuk mesin pendingin. Anak-anak yang akan belajar dalam suasana ujian semester kesulitan membaca di bawah cahaya lilin atau senter dan kegiatan lainnya yang terkait listrik .
"Kami sudah semalam dalam kegelapan. Anak saya harus belajar dengan senter dan lilin mata jadi lelah. Saya juga khawatir tentang keamanan, karena malam hari di desa ini jadi gelap total, " ujar Mama Beye (35), salah satu warga Desa Lanona Trans yang merasa frustasi.
Yang membuat kemarahan warga meledak adalah sikap tak perduli dari pihak PLN ULP Bungku, terutama Kepala ULP-nya, Ika Pratiwi. Menurut warga, mereka sudah berulang kali mencoba menghubungi Ika melalui pesan WhatsApp dan telepon nomor 0821-9694-xxxx sejak awal pemadaman terjadi. Namun, tak satupun panggilan atau pesan yang diterima balas.
"Saya sudah hubungi nomornya (Ika Pratiwi) sebanyak lebih 7 kali kemarin siang hingga malam, tapi tak diangkat. Pesan WA juga tak dibalas sama sekali. Terkesan dia tidak peduli sama sekali dengan derita kita, " cerita warga lain yang juga mengeluh.
Tidak hanya kepala ULP, warga juga mencoba menghubungi call center PLN lain dan nomor petugas lapangan PLN ULP Bungku, yaitu nomor 0852-4670-xxxx dan 0857-3849-xxxx. Namun, hasilnya sama – tak ada tanggapan apapun. Para petugas lapangan yang seharusnya mengecek kondisi jaringan juga tampak tidak muncul di lokasi, seolah mengikuti sikap apatis pimpinannya.
"Kita sudah hubungi semua nomor yang ada – call center, petugas lapangan – tapi semuanya diam. Seolah-olah PLN ULP Bungku tidak ada sama sekali di daerah ini, " tambahnya.
Atas kondisi yang tak terima lagi ini, pelanggan PLN para warga Desa Lanona Trans menyampaikan permintaan tegas: agar Ika Pratiwi segera dicopot dari jabatan Kepala PLN ULP Bungku. Mereka menyatakan bahwa sikap Ika tidak sesuai dengan harapan masyarakat terhadap seorang pemimpin yang seharusnya berperan sebagai "pelayan masyarakat", seperti yang sering ditegaskan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya.
"Presiden selalu bilang bahwa pemimpin harus pelayan masyarakat, cepat tanggap dan responsif. Tapi yang kita lihat di sini, kepala PLN ULP Bungku justru sebaliknya – cuek, tak peduli, dan tidak bertanggung jawab. Kalau seperti ini, dia harus segera dicopot!" tegas warga disahuti puluhan warga.
Selain itu, warga juga menyatakan bahwa kasus ini berpotensi merusak program pemerintah daerah dan nasional, termasuk program "Berani Terang" yang diluncurkan Gubernur Sulawesi Tengah untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan listrik di seluruh provinsi. Program yang seharusnya membuat masyarakat lebih nyaman malah terasa hampa karena layanan yang buruk dari PLN ULP Bungku.
"Sangat menyakitkan hati bahwa program 'Berani Terang' yang ditawarkan Gubernur justru tidak terwujud di sini. Padahal, kita sudah membayar tagihan listrik setiap bulan dengan tepat. Harusnya kita mendapatkan layanan yang layak, " ujar warga.
Sampai berita ini disiarkan, tim wartawan telah mencoba menghubungi pihak PLN ULP Bungku melalui telepon dan pesan WhatsApp untuk mendapatkan keterangan. Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan apapun dari pihak terkait. Warga pun masih menunggu dengan penuh harapan agar listrik segera menyala dan pihak berwenang mengambil tindakan tegas terhadap kepala PLN ULP Bungku yang dianggap gagal memenuhi tugasnya. (TAR)































:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382095/original/065022200_1760528961-nova_arianto.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382025/original/028973600_1760525453-IMG_6059.jpeg)

:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,598,20,0)/kly-media-production/medias/4519263/original/002213900_1690723743-20230730IY_BRI_Liga_1_Persija_Jakarta_vs_Persebaya_Surabaya_3.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,598,20,0)/kly-media-production/medias/5381739/original/070404100_1760516323-Ridho.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,598,20,0)/kly-media-production/medias/5244174/original/082255300_1749138695-20250605BL_Timnas_Indonesia_Vs_China_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026-21.JPG)


