Balikpapan – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan yang kreatif dan produktif. Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan kerajinan makrame yang diikuti oleh warga binaan perempuan, Jumat (21/08/2026).
Dalam pelatihan tersebut, warga binaan memperoleh bimbingan dari Bleu by Astrid untuk mengenal sekaligus mempraktikkan teknik dasar pembuatan kerajinan makrame. Pada kesempatan kali ini, para peserta diajak membuat kreasi berbentuk bunga dengan memanfaatkan tali makrame yang dirangkai menggunakan teknik simpul secara manual.
Sejak kegiatan dimulai, para warga binaan terlihat antusias mengikuti setiap proses pembuatan. Dengan penuh ketelitian, mereka mempraktikkan tahapan demi tahapan, mulai dari menyiapkan bahan, menentukan pola, membuat simpul, hingga merangkai tali menjadi bentuk bunga yang menarik.

Kepala Subseksi Bimbingan Kegiatan Rutan Balikpapan, Edy Cahyono, menyampaikan bahwa pelatihan makrame merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang diberikan kepada warga binaan untuk membekali mereka dengan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif.
“Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Kami berharap keterampilan yang mereka dapatkan tidak hanya menjadi kegiatan selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi keterampilan yang bernilai guna dan memiliki nilai ekonomi ketika mereka kembali ke masyarakat, ” ujar Edy.
Menurutnya, kegiatan keterampilan seperti makrame juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengasah kreativitas, ketelitian, kesabaran, dan rasa percaya diri dalam menghasilkan sebuah karya.
Melalui pelatihan tersebut, warga binaan tidak hanya diarahkan untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif, tetapi juga didorong untuk memiliki kemampuan yang dapat menjadi modal dalam membangun kemandirian di masa mendatang.
Rutan Balikpapan berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program pembinaan yang inovatif dan berkelanjutan. Pembinaan kemandirian diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi warga binaan sekaligus menjadi bagian dari persiapan mereka untuk kembali menjalani kehidupan dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
















































