Petani Karet PPU Berharap Harga Getah Membaik, Dorong Pemerintah Hadirkan Industri Pengolahan

2 hours ago 2

PENAJAM PASER UTARA — Masyarakat petani karet di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, berharap harga getah karet di tingkat petani dapat semakin membaik. Kondisi tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha perkebunan karet sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Pada Jumat (21/8/2026), harga getah karet di tingkat pengepul Rp 15.000-15.500 perkilo gram, ini sudah mengalami penurunan harga beberapa hari sebelumnya harga sudah mencapai Rp 16.000-Rp16.500 per kilo gram, Berdasarkan data harga komoditas tingkat petani yang tersedia secara nasional, harga karet dan bahan olah karet (Bokar) berbeda-beda menurut daerah dan kualitas.

Petani mengaku kondisi kemarau turut berdampak terhadap produksi. Berkurangnya intensitas keluarnya getah membuat hasil sadapan menurun, sementara biaya perawatan kebun tetap harus dikeluarkan.

Salah seorang petani karet mengatakan biaya perawatan kebun yang cukup besar menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat kesejahteraan petani.

“Biaya perawatan cukup besar, sementara produksi saat musim kemarau menurun. Karena itu kami berharap harga getah bisa lebih baik sehingga pendapatan petani tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya perawatan kebun, ” ujarnya.

Para petani juga berharap pemerintah memberikan perhatian lebih melalui kebijakan yang dapat memperkuat posisi petani karet. Mereka menginginkan adanya upaya untuk menjaga harga komoditas agar lebih stabil, sekaligus membantu petani meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan.

Harapan tersebut dinilai semakin penting karena karet merupakan salah satu komoditas perkebunan yang masih menjadi sumber penghasilan masyarakat, harga karet di tingkat petani dilaporkan sempat mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir.

Selain persoalan harga, masyarakat petani karet PPU berharap ke depan dapat dibangun pabrik pengolahan karet atau fasilitas pengolahan dan pemasaran Bahan Olah Karet (Bokar) di daerah tersebut.

Keberadaan industri pengolahan di PPU dinilai dapat memberikan manfaat bagi petani. Selama ini, hasil produksi karet yang dikumpulkan pengepul atau pedagang harus dipasarkan ke luar daerah. Kondisi tersebut menimbulkan biaya transportasi yang pada akhirnya dapat mempengaruhi harga yang diterima petani.

“Kalau ada pabrik pengolahan karet di PPU, kami berharap hasil getah tidak perlu dibawa terlalu jauh ke luar daerah. Biaya transportasi bisa ditekan dan mudah-mudahan harga yang diterima petani juga bisa lebih baik, ” kata petani.

Penguatan hilirisasi memang menjadi salah satu upaya yang dinilai dapat meningkatkan nilai tambah komoditas karet di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten PPU bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dapat melihat potensi tersebut dan menyusun kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan usaha petani karet.

Petani tidak hanya berharap harga getah meningkat, tetapi juga menginginkan adanya ekosistem usaha yang lebih kuat, mulai dari dukungan perawatan kebun, peningkatan kualitas Bokar, akses pasar hingga pembangunan industri pengolahan di daerah.

Dengan adanya perhatian dan kebijakan yang tepat, masyarakat berharap usaha perkebunan karet di PPU dapat kembali memberikan penghasilan yang lebih baik bagi petani serta mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di daerah.

(Iwan)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |