KPK Amankan 27 Orang Saat OTT di Cilacap termasuk Bupati Syamsul Auliya Rachman

1 week ago 6

CILACAP - Lembaga antirasuah kembali menebar 'jaring' pemberantasan korupsi. Kali ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil mengamankan 27 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) kesembilan di tahun 2026. Kejadian ini semakin istimewa karena merupakan OTT ketiga yang terjadi di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Di antara 27 orang yang diamankan, satu nama menonjol adalah Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman.

"Tim mengamankan sejumlah 27 orang. Salah satunya adalah Bupati Cilacap, " ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (13/03/2026).

Budi Prasetyo menambahkan bahwa identitas 26 orang lainnya yang turut diamankan dalam OTT tersebut mencakup berbagai latar belakang, mulai dari aparatur sipil negara (ASN) hingga pelaku dari sektor swasta. Saat ini, seluruh pihak yang ditangkap tengah menjalani pemeriksaan intensif.

"Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan intensif di sana. Nantinya tentu tim akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, " jelasnya.

KPK memberikan sinyal bahwa publik perlu bersabar menanti perkembangan lebih lanjut mengenai kasus ini. Sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu maksimal 1x24 jam untuk menentukan status hukum dari para terduga, termasuk Bupati Cilacap yang merupakan kepala daerah di Provinsi Jawa Tengah.

Rentetan OTT KPK di tahun 2026 memang menunjukkan geliat pemberantasan korupsi yang tak kenal lelah. OTT pertama terjadi pada 9-10 Januari 2026, yang mengamankan delapan orang terkait dugaan suap dalam pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara. Tak lama berselang, pada 19 Januari 2026, KPK melakukan OTT kedua dan mengonfirmasi penangkapan Wali Kota Madiun, Maidi, yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi berupa pemerasan.

Kemudian, pada 19 Januari 2026, KPK kembali melakukan OTT ketiganya dan menangkap Bupati Pati, Sudewo. Keesokan harinya, Sudewo ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa. Di bulan Februari, tepatnya pada tanggal 4, KPK kembali menggelar OTT keempat di lingkungan KPP Madya Banjarmasin terkait restitusi pajak, dan OTT kelima yang mengungkap kasus importasi barang tiruan, bahkan menyeret mantan pejabat Bea Cukai.

Geliat OTT berlanjut dengan OTT keenam pada 5 Februari 2026, yang mengungkap dugaan korupsi dalam pengurusan sengketa lahan hingga melibatkan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok. Pada 3 Maret 2026, bertepatan di bulan Ramadhan, KPK mengumumkan OTT ketujuh yang menetapkan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, sebagai tersangka tunggal kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing. Belum usai bulan Ramadhan, OTT kedelapan menyusul pada 10 Maret 2026, dengan penangkapan Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari, terkait dugaan suap proyek. Dan kini, OTT kesembilan kembali menggemparkan dengan penangkapan Bupati Cilacap di pertengahan bulan Ramadhan. (PERS)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |