Kompolnas Awards 2026: Briptu Adi Qori dan Sanggar Seni Jadi Sorotan Tim Penilai di Polres Semarang

3 hours ago 3

UNGARAN - Kiprah anggota Polri di luar tugas kepolisian mendapat perhatian dalam visitasi Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ke Polres Semarang. Dalam rangkaian Kompolnas Awards 2026, tim penilai melakukan verifikasi langsung terhadap sejumlah program dan inovasi, termasuk kiprah Briptu Pol Adi Qori Kurniawan melalui Sanggar Sarasvati Widiasmara Art di Ambarawa.

Visitasi berlangsung di Rupatama Polres Semarang, Rabu (26/8/2026). Tim penilai dipimpin Dr. Yusuf, S.Ag., S.H., M.H., bersama Sonya Hellen Sinombor, S.H., M.H., dan Dr. Mardonna Lamtiu, S.Pd., M.M.

Kedatangan tim diterima langsung Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo, S.I.K., M.Si., bersama jajaran pejabat utama Polres Semarang. Sejumlah unsur Forkopimda Kabupaten Semarang, stakeholder, tokoh agama, tokoh masyarakat serta pemerhati seni dan budaya turut hadir.

Kompolnas Verifikasi Langsung Nominator Awards 2026

Visitasi menjadi bagian penting dalam proses penilaian Kompolnas Awards 2026. Tim tidak hanya melihat dokumen administratif, tetapi juga memastikan program yang diajukan benar-benar berjalan dan memberikan dampak kepada masyarakat.

Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo menyambut positif proses visitasi tersebut.

“Kami menyambut baik kegiatan visitasi ini karena tim dapat melihat secara langsung bagaimana program yang telah dilakukan benar-benar berjalan dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Tentunya ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian serta membangun kemitraan yang baik dengan seluruh elemen masyarakat, ” ungkap Heru.

Salah satu perhatian tim penilai tertuju pada Briptu Adi Qori yang masuk sebagai nominator Kompolnas Awards 2026 kategori perseorangan kelompok Prosperity.

Tak hanya melakukan verifikasi di lingkungan Polres Semarang, tim juga turun langsung melihat aktivitas Sanggar Sarasvati Widiasmara Art yang dikelola Briptu Adi Qori di wilayah Ambarawa.

Sanggar Sarasvati Jadi Ruang Kreatif Anak dan Generasi Muda

Sanggar Sarasvati Widiasmara Art telah berdiri sejak 29 Januari 2016. Sanggar tersebut menjadi ruang pengembangan seni dan budaya bagi masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda.

Aktivitas di sanggar tidak terbatas pada seni tari. Berbagai kegiatan seperti drama dan musik juga dikembangkan sebagai bagian dari ruang pembelajaran serta pemberdayaan masyarakat.

Keberadaan sanggar tersebut menjadi salah satu contoh keterlibatan personel Polri dalam kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Kapolres Semarang menilai apa yang dilakukan Briptu Adi Qori menunjukkan bahwa anggota Polri dapat berkontribusi melalui berbagai bidang.

“Kami sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Briptu Adi Qori. Melalui seni dan budaya, beliau mampu membangun ruang kegiatan yang positif bagi anak-anak dan generasi muda, ” jelas Heru.

Menurutnya, kegiatan seni dan budaya dapat menjadi ruang untuk mengembangkan bakat sekaligus membentuk karakter generasi muda.

“Tentunya kami berharap hal-hal baik seperti ini terus berkembang dan dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat, ” lanjutnya.

Kompolnas Soroti Dampak Nyata Program

Ketua Tim Visitasi Kompolnas Awards 2026 Dr. Yusuf menjelaskan bahwa kunjungan lapangan dilakukan untuk memastikan program maupun inovasi yang diajukan nominator benar-benar memiliki manfaat nyata.

“Visitasi ini kami lakukan untuk melihat secara langsung bagaimana program dan inovasi yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya dari sisi administrasi, tetapi juga bagaimana pelayanan, kemitraan dan pemberdayaan masyarakat itu dilaksanakan di lapangan, ” ujar Yusuf.

Dalam peninjauan terhadap Sanggar Sarasvati Widiasmara Art, Kompolnas melihat kegiatan seni dan budaya sebagai salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang memiliki nilai positif.

Sanggar tersebut dinilai tidak hanya menjadi tempat belajar seni, tetapi juga ruang untuk mengembangkan potensi anak dan generasi muda. Kegiatan di dalamnya juga mencakup pendampingan anak, termasuk penyandang disabilitas, serta mengarahkan masyarakat pada aktivitas yang positif.

Kompolnas Awards Bukan Sekadar Penghargaan

Yusuf menegaskan, Kompolnas Awards tidak semata-mata berorientasi pada pemberian penghargaan. Lebih jauh, ajang tersebut diharapkan dapat mendorong praktik-praktik baik di lingkungan Polri agar terus berkembang.

“Kompolnas Awards bukan hanya tentang penghargaan. Yang terpenting adalah bagaimana praktik-praktik baik yang dilakukan dapat terus dipertahankan, dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, ” katanya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proses visitasi menjadi bagian dari upaya melihat secara objektif dampak program yang dilakukan para nominator.

Kiprah Personel Polri Dinilai dari Manfaat bagi Masyarakat

Kompolnas Awards 2026 merupakan bentuk apresiasi terhadap kinerja, inovasi, integritas dan dedikasi jajaran maupun personel Polri.

Dalam proses penilaian, Kompolnas melakukan verifikasi serta visitasi langsung kepada para nominator. Langkah tersebut dilakukan untuk mencocokkan program yang diajukan dengan kondisi faktual di lapangan.

Kunjungan ke Polres Semarang sekaligus memperlihatkan bahwa kontribusi personel kepolisian dapat hadir dalam berbagai bentuk. Kiprah Briptu Adi Qori melalui Sanggar Sarasvati Widiasmara Art menjadi salah satu contoh bagaimana ruang seni dan budaya dapat dimanfaatkan untuk membangun aktivitas positif bagi masyarakat.

Bagi generasi muda, keberadaan ruang kreatif semacam itu bukan sekadar tempat menyalurkan bakat. Lebih jauh, kegiatan seni dapat menjadi sarana membangun kedisiplinan, kreativitas, kepercayaan diri dan kepedulian sosial.

Hasil visitasi nantinya menjadi bagian dari proses penilaian Kompolnas Awards 2026 terhadap para nominator. Yang menjadi perhatian utama bukan hanya inovasi yang ditampilkan, tetapi sejauh mana program tersebut benar-benar hadir, berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

(Agung)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |