Ketua Komisi II DPRD Pangkep Kunjungi Korban Puting Beliung di Sibatua, Harapkan Bantuan Segera Terealisasi

3 weeks ago 11

PANGKEP SULSEL - Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Lutfi Hanafi, SE, mengunjungi warga korban bencana alam angin puting beliung di Kelurahan Sibatua, Kecamatan Pangkajene, Senin (12/1/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada masyarakat yang terdampak bencana angin kencang yang terjadi pada pagi hari. Dalam kesempatan itu, Muhammad Lutfi Hanafi menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa warga.

Ia mengimbau para korban agar tetap sabar dan tabah menghadapi cobaan tersebut. “Insyaallah pemerintah daerah melalui dinas terkait akan bergerak cepat untuk memberikan bantuan. Saat ini data korban harus dilengkapi terlebih dahulu, ” ujarnya.

Sementara itu, jajaran Polsek Pangkajene turut bergerak cepat menindaklanjuti kejadian tersebut. Personel Polsek Pangkajene, khususnya Bhabinkamtibmas Kelurahan Sibatua Aiptu Amirullah, SH, mendatangi langsung lokasi bencana.

Lokasi terdampak bencana angin kencang berada di Kampung Bonto Panno dan Kampung Bonto Jai, Kelurahan Sibatua, Kecamatan Pangkajene. Kejadian berlangsung pada Senin, 12 Januari 2026, sekitar pukul 05.45 Wita.

Berdasarkan hasil pendataan awal, terdapat tiga rumah warga yang mengalami kerusakan akibat amukan angin kencang yang disertai hujan deras, dengan kerusakan dominan pada bagian atap rumah.

Korban pertama yakni Candra Trisora (48), seorang buruh harian lepas yang berdomisili di Jalan AM. Dg. Paratte, Kampung Bonto Jai. Kerugian material yang dialami diperkirakan mencapai Rp4.500.000.

Korban kedua adalah Sulaiman (42), buruh harian lepas yang tinggal di Kampung Bonto Panno, Kelurahan Sibatua. Akibat bencana tersebut, rumahnya mengalami kerusakan cukup parah dengan estimasi kerugian material sebesar Rp15.500.000.

Korban ketiga yakni Rudi Suaib (42), seorang wiraswasta yang beralamat di Jalan H. Dg. Pawangun, Kampung Bonto Panno. Kerusakan pada rumahnya ditaksir menimbulkan kerugian material sekitar Rp3.500.000.

Bencana alam ini dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi yang disertai angin kencang. Meski menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga, namun tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Pemerintah Kelurahan Sibatua bersama pihak Polsek Pangkajene dan Koramil Minasatene langsung melakukan langkah-langkah awal berupa pendataan dan pemantauan kondisi di lokasi kejadian.

Aparat gabungan juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, mengingat kondisi cuaca yang belum stabil dalam beberapa hari terakhir.

Diharapkan dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat, penanganan pascabencana dapat berjalan dengan cepat sehingga beban warga terdampak dapat segera diringankan. ( Herman Djide)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |