BITUNG, - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sosialisasi Program Jaminan Sosial Nasional (JKN) kepada Serikat Buruh dan Mahasiswa STBM Duasudara Bitung, Jumat (12/06/2026).
Kegiatan dihadiri, Mediator Hubungan Industrial Dinas Ketenagakerjaan Bitung Sisilia Wulur, Ketua DPC KAMIPARHO Rusdianto Makahinda, Wakil Ktua II Bidang Keuangan dan Administrasi Umum STBM Duasudara.Oktaviano Runtukahu SE, MM CF Ra.
Hadir sebagai pemateriKepala BPJS Kesehatan Bitug Ivana Umboh, dan Kepala Bagian PKP BPJS Kesehatan KCU Manado Vriessylia T Poluan
Ketua DPC KAMIPARHO Kota Bitung, Rusdianto Makahinda sangat apresiasiasi dan menyambut baik sosialisasi tersebut.
Menurut Rusdi, agenda sosialisasi program JKN perlu dimaksimalkan BPJS Kesehatan agar masyarakat paham dan tahu secara pasti terkait informasi pelayanan kesehatan yang masih minim di diketahui oleh masyarakat.
Menurutnya, agenda sosialisasi program JKN ini perlu dimaksimalkan BPJS Kesehatan di tengah banjir saluran informasi yang belum tentu akurat saat ini.
“Jika terus digalakkan, masyarakat akan menjadi paham tentang hak dan kewajibannya serta memperoleh informasi terbaru tentang kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan, ” kata Rusdi.
Rusdi mencontohkan beberapa kasus yang ia sempat advokasi beberapa waktu lalu. Seperti adanya biaya perawatan bayi baru lahir yang sudah tercover BPJS Kesehatan kemudian diminta biaya oleh salah satu pihak rumah sakit.
“Kerena orang tua tidak memahami manfaat BPJS Kesehatan, mereka memberikan biaya secara mandiri kepada rumah sakit. Padahal bayi dari ibu peserta BPJS secara otomatis telah menjadi peserta dan wajib didaftarkan paling lambat 28 hari setelah lahir agar kepesertaannya langsung aktif, ” katanya.
Rusdi berharap dengan sosialisasi BPJS Kesehatan, perwakilan serikat pekerja dan mahasiswa STBM Duasudara Bitung sebagai agen perubahan bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat secara luas.
“Kegiatan ini menjadi momentum bagi kita semua yang hadir untuk bisa memberikan informasi kepada masyarakat tentang manfaat BPJS Kesehatan, ” pungkasnya.
Dikesempatan itu, Pejabat Pengganti Sementara (PPS) Kepala BPJS Kesehatan Cabang Utama Manado, Chrishe Tangkawarow menjelaskan, kegiatan sosialisasi merupakan bentuk komitmen BPJS Kesehatan agar seluruh peserta JKN paham tentang hak dan kewajibannya serta memperoleh informasi terbaru tentang kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan.
Pada kegiatan sosialisasi ini, sambunhnya, kami menginformasikan kepada peserta mengenai jenis kepesertaan, jenis kelas dan iurannya, bagaimana prosedur untuk mendapatkan jaminan kesehatan, dan lain sebagainya.
" Tentunya ada sesi tanya jawab yang dapat dimanfaatkan teman-teman serikat buruh dan mahasiswa untuk menanyakan apa yang belum dipahami, sekaligus juga memberikan informasi terkait kendala yang dialami teman-teman buruh dalam pemanfaatan Program JKN, ” ujarnya.
Chrishe juga menyampaikan, pada kegiatan sosialisasi ini peserta yang hadir juga diberikan informasi serta dipandu langsung untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi Mobile JKN.
Menurutnya, aplikasi Mobile JKN ini adalah bentuk inovasi BPJS Kesehatan dalam memberikan kemudahan kepada peserta mendapatkan pelayanan JKN-KIS secara mandiri dengan memanfaatkan smartphone mereka.
Aplikasi Mobile JKN merupakan bentuk nyata komitmen BPJS Kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Pada aplikasi Mobile JKN, ada lima kemudahan yang didapatkan peserta.
Lima kemudahan itu antara lain kemudahan mendaftar dan mengubah data kepesertaan, kemudahan mengetahui informasi data peserta dan keluarga, kemudahan mengetahui informasi tagihan dan pembayaran iuran, kemudahan mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan, dan kemudahan menyampaikan pengaduan dan permintaan informasi seputar JKN-KIS.
“Karena saat sedang bekerja, para buruh pasti kesulitan jika harus datang ke kantor cabang saat jam buka pelayanan. Tentu saja dengan Mobile JKN akan lebih memudahkan pengurusan mereka, ” jelasnya.
(Abd)

















































