KARO - Praktik kedai kopi yang dijadikan kedok sebagai tempat transaksi narkotba, merupakan modus operandi yang sering dijumpai.
Seperti yang terjadi saat ini di salah satu kedai kopi di Jalan Wagimin, Kelurahan Padang Mas, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo.
Aktifitas ilegal transaksi narkoba di kedai kopi milik Rizal Effendi (35) tampak begitu mulus. Begitu banyak orang yang keluar masuk , entah apa yang dibeli.
Pasalnya, kedai kopi yang berlantai dua itu tampak begitu mewah karena betlantai dua. Bahkan posisinya juga berada tepat dipinggir jalan atau strategis.

Namun sayang, tidak ada yang dapat dipesan jika ingin minum di kedai kopi itu. Tidak ada tersedia minuman apapun..
Hanya ada tujuh unit meja, sejumlah kursi plastik warna hijau dan steling rokok berukuran kecil yang sengaja dipajang.
Sehingga patut diduga, kedai kopi milik agen sabu yang tak asing lagi ditelinga
hanyalah topeng untuk mengelabui masyarakat.
"Siapa yang gak kenal dengannya. Kalau warga di sini pasti kenallah. Memang itu kin kerjaannya (agen-red) sabu. Kalian bisa lihat di kedai kopinya, gak ada jual kopi dan minuman apapun, " ujar warga sekitar yang mengaku bermarga Ginting )54), Sabtu (20/12-2025).
Dikatakannya, kedai kopi milik Rizal itu sempat digerebek polisi. Akan tetapi polisi tidak menemukan barang bukti, yang membuat aktifitas jula beli sabu kembali beroperasi dengan mulus.
"Yah mungkin sudah koordinasi dulu dengan polisi. Biar pada saat polisi datang, semua barang bukti sudah diclearkan dulu. Kita Tau sama Taulah. Trik itu sering dilakukan polisi, " imbuhnya sembari tersenyum.kecil.

Untuk diketahui, Rizal Effendi (35) diduga seorang agen sabu yang beroperasi di Kabanjahe. Titik lokasinya sebelum ribut-ribut berantas judi dan narkoba, berada di Jalan Wagimin, Jalan Irian dan Jalan Nabung Surbakti dekat pintu gerbang Markas Batalyon 125.
Disebutkan juga jika personel Unit Opsnal Satres Narkoba Polres Tanah Karo sempat menggerebek kedai kopi milik Rizal.
Saat itu, menurut rilis humas Polres, ada sekitar empat orang pria dewasa yang sedang duduk dan menikmati minuman.
Padahal tidak menjjual minuman apapun atau kopi dan teh. Selanjutnya, Polisi melakukan penggeledahan badan dan pemeriksaan area kedai kopi.
Hasilnya, tidak ada ditemukan narkotika ataupun barang yang berkaitan dengan tindak pidana narkoba.
Seluruh lokasi dinyatakan dalam keadaan aman dan tidak menunjukkan indikasi adanya aktifitas peredaran narkoba, seperti informasi masyarakat.
Yang akhirnya , masyarakat menuding jika penggerebekan polisi hanyalah 'Ecek-ecek' alias 'Bohong'.
(Anita)

































:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,598,20,0)/kly-media-production/medias/4849524/original/085214000_1717171762-19_WhatsApp_Image_2024-05-31_at_22.15.20__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382095/original/065022200_1760528961-nova_arianto.jpg)



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382025/original/028973600_1760525453-IMG_6059.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5248817/original/035812400_1749619646-499673275_122128448780803027_1853099732150192080_n.jpg)