BARRU - Dinamika organisasi Karang Taruna di Kabupaten Barru memasuki babak baru yang penuh kejutan. Di tengah status kepemimpinan M. Ishak Iskandar yang masih menjabat, sebuah forum Temu Karya Karang Taruna (TKKT) digelar dan menetapkan nakhoda baru.
Dilaksanakan di Cafe Fadhil pada Sabtu (27/12/2025), forum tersebut secara resmi memilih Kaharuddin Palemmai, atau yang akrab disapa Ipponk, sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Barru periode 2025–2030 secara aklamasi.
Keterpilihan Ipponk didukung penuh oleh perwakilan dari 7 kecamatan di Kabupaten Barru. Namun, terpilihnya Ipponk memicu tanda tanya besar mengenai legalitas dan keberlanjutan organisasi, mengingat M. Ishak Iskandar diketahui masih menduduki kursi jabatan Ketua Karang Taruna Barru.
Kondisi ini memperkuat dugaan adanya dualisme kepengurusan di tubuh organisasi kepemudaan plat merah tersebut. Hingga berita ini dirilis, M. Ishak Iskandar belum memberikan keterangan resmi terkait pelaksanaan TKKT yang menetapkan penggantinya itu.
Meski dibayangi isu dualisme, kegiatan ini nampaknya mendapat legitimasi dari tingkat provinsi. Acara dibuka langsung oleh Zulkifli Thahir, Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Sulawesi Selatan, mewakili Ketua Pengurus Karang Taruna Provinsi (PKTP) Sulsel.
Dalam sambutannya, Zulkifli menekankan pentingnya loyalitas dan kepatuhan pada aturan main yang baru.
“Ketua terpilih beserta jajaran pengurus harus mampu bersinergi dengan pemerintah daerah. Hal ini merupakan amanah Permensos 2025, di mana kepala daerah adalah pembina umum dan kepala dinas sosial sebagai pembina teknis, ” tegas Zulkifli.
Menanggapi mandat yang diterimanya, Ipponk menyatakan kesiapannya untuk menakhodai Karang Taruna Barru lima tahun ke depan. Ia pun seolah memberikan sinyal untuk merangkul kembali faksi-faksi yang ada.
“Insya Allah amanah ini akan kami laksanakan sebaik-baiknya. Namun semua itu tidak akan maksimal tanpa persatuan dan solidaritas. Mari terus merajut kebersamaan untuk Barru yang lebih baik, ” ungkap Ipponk di hadapan peserta.
Kini, publik menunggu bagaimana kelanjutan dari polemik kepemimpinan ini. Apakah kepengurusan Ipponk akan berjalan mulus sebagai mitra strategis pemerintah, ataukah riak dualisme dengan kubu M. Ishak Iskandar akan terus berlanjut ke ranah yang lebih formal?

































:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,598,20,0)/kly-media-production/medias/4849524/original/085214000_1717171762-19_WhatsApp_Image_2024-05-31_at_22.15.20__1_.jpeg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382095/original/065022200_1760528961-nova_arianto.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382025/original/028973600_1760525453-IMG_6059.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5248817/original/035812400_1749619646-499673275_122128448780803027_1853099732150192080_n.jpg)